TRANSINDONESIA.CO – Kepolisian memastikan, rombongan pejabat hukum di Buton, Sulawesi Tenggara, yang raib setelah perahunya diterjang badai, saat memancing di Wakatobi, ditemukan selamat.
Kelompok yang beranggotakan Kapolres Buton AKB Fahrurrozi dan Ketua Pengadilan Negeri Buton Wahyu Imam Santosa, ini dilaporkan selamat atas bantuan nelayan lokal.
“Setelah dilakukan pencarian akhirnya ketujuh orang yg belum diketemukan, kesemuanya telah ditemukan dalam keadaan selamat,” ungkap Kadiv Humas Polri Irjen Ronny F Sompie kepada wartawan di Jakarta, Minggu (18/5/2014).
Rombongan tersebut sebelumnya dikabarkan mengalami kecelakaan akibat badai pada saat memancing di salah satu titik pemancingan di barisan karang di wilayah Kapota, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Mereka mulanya menuju lokasi pemancingan pada Sabtu 18 Mei pukul 15.00 WIB. Delapan orang anggota rombongan adalah Kapolres Buton, Ketua PN Buton, Kepala Bagian Operasional Polres Buton Komisaris Jamaludin, Kepala SPKT Polres Buton Ipda Hasani, Bagian Unit Provos Polres Buton Brigadir Suwoto, Briptu Hengki, dan dua awak kapal.
Pada pukul 22.00 Wita, cuaca mendadak tidak bersahabat. Angin kencang yang disertai gelombang tinggi mulai menerjang. Kapal yang memuat rombongan tak mampu menahan ombak. Perahu mereka pun terbalik.
“(Kecelakaan) ini akibat cuaca buruk. Saat ini masih dilakukan pencarian oleh tin SAR,” kata Brigjen Boy Rafli Amar, Kepala Biro Penerangan Masyarakat, sebelumnya.
Salah satu anggota rombongan, Briptu Hengki, berupaya menyelamatkan diri sembari mencari bantuan dengan cara berenang, sekitar pukul 23.30 WITA. Beruntung, ia berpapasan dan ditolong oleh sebuah kapal nelayan, sekitar subuh. Hengki yang diantar perahu nelayan itu kemudian tiba didaratan dan melaporkan kecelakaan itu ke kantor Satuan Polisi Perairan Wakatobi.
“Kapolda Sultra (Brigjen Arkian Lubis) turun langsung membantu dan mengerahkan upaya pencarian dan pertolongan,” lanjut Ronny.
Ia mengatakan pula, para penumpang lainnya ternyata masih bertahan di atas perahu yang sudah dalam posisi terbalik. Selain itu, ada kru kapal, Muladi, yang ikut mencari bantuan dengan berenang. Dia kemudian berhasil mencapai daerah Wangi-Wangi Selatan, sekitar pukul 13.30 WITA, dan mengabarkan perihal insiden itu.
Kabar dari dua orang yang selamat inipun berbuah bala bantuan. Rombongan nelayan kemudian menarik perahu beserta enam penumpang yang bertahan di kapal terbalik itu hingga ke Pulau Buton. Mereka kemudian tiba sekitar pukul 14.00 Wita.
“Hubungan komunikasi antara Polres Buton dengan masyarakat nelayan setempat sangat kuat, sehingga pertolongan itu bisa teraksana dengan baik,” ucap Ronny.(MTV/DHAM)








