Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol M Irawan.(ist)
TRANSINDONESIA.CO – Kapolri Jenderal Pol Sutarman harus segera membayar ganti rugi dan meminta maaf kepada masyarakat serta mencopot Kapolda Jawa Barat Irjen Pol M Iriawan akibat kekacauan yang terjadi dalam pertandingan Persib vs Persija.
“Kapolda Jabar harus dicopot dari jabatannya karena harus bertanggung jawab setelah memberikan ijin pertandingan sepakbola antara Persib vs Persija di Stadion Jalak Rupat Bandung,” kata Ketua Presidium Indonesia Police Watch, Neta S Pane dalam siaran persnya yang diterima Transindonesia, Minggu (11/5/2014).
Selain itu kata Neta, Polri harus membayar ganti rugi kerusakan yang ditimbulkan dalam kekacauan tersebut.
“Jauh sebelumnya IPW sudah mengingatkan agar Polri tidak memberi ijin pertandingan tersbeut, namun Kapolda Jabar tetap nekat memberi ijin. Sebab itu, Kapolda Jabar harus bertanggung jawab,” kata Neta.
Dari pemantauan IPW, kekacauan akibat pertandingan sepakbola itu terjadi di dua tempat, yakni di Km 66 Jalan Tol Cikampek. Sebab polisi menghadang rombongan ponton asal Jakarta yang hendak menuju Bandung.
“Akibatnya, penonton marah dan memblokir jalan tol yang membuat terjadinya kemacetan parah dan kerusakan sejumlah bis akibat bentrokan polisi dengan supoter. Kekacauan kedua terjadi di Stadion Jalak Rupat,” ujarnya.
Dari kasus ini lanjut Neta, terlihat bahwa Kapolda Jabar tidak peka terhadap situasi sosial masyarakat saat ini dimana eskalasi politik kian tinggi usai pemilu dan menjelang Pilpres 2014.
Pemberian ijin yang diberi Kapolda Jabar bisa diartikan sebagai upaya memicu konflik dan eskalasi politik menjelang Pilpres 2014. Jika sikap tidak peka pimpinan kepolisian seperti ini dibiarkan bukan mustahil Polri bisa dituduh sengaja melakukan cipta kondisi agar situasi menjelang Pilpres 2014 menjadi rawan dan kacau.
Untuk itu IPW mengimbau Kapolri agar mengevaluasi dan mencopot para kapolda yg tidak peka dgn situasi kamtibmas di daerahnya, apalagi sebelumnya akibat pertandingan sepakbola beberapa pekan lalu terjadi kerusuhan di Buol, Sulteng dan Jogja yang membuat sejumlah orang luka.(yan)






