TRANSINDONESIA.CO – Anas Urbaningrum merasa heran dengan penolakan SBY dan Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas, yang tidak mau menjadi saksi meringankan buat dirinya. Anas yakin, SBY dan Ibas takut justru memberatkan mereka.
Mantan Ketua Umum Partai Demokrat itu terus mengupayakan kehadiran SBY dan putranya Ibas sebagai saksi kasus dugaan korupsi proyek Hambalang dan proyek-proyek lainnya.
Anas menilai, dihadirkannya SBY dan Ibas bakal menjadikan kasus korupsi yang menjeratnya menjadi objektif. Pasalnya, baik SBY atau Ibas tahu persis kasus yang disangkakan KPK.
“Kalau mau objektif, Pak SBY itu tidak dalam posisi saksi meringankan, kalau mau objektif betul melihat perkara yang disangkakan kepada saya, Pak SBY dan Ibas itu terang benderang sangat layak jadi saksi fakta,” kata Anas usai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka di KPK, Rabu (7/5/2014).
Menurut Anas, permintaan dirinya kepada KPK untuk memfasilitasi pemanggilan SBY dan Ibas lantaran KPK tak kunjung memanggil mereka.
Namun penolakan tersebut dinilai Anas akan membertakan SBY dan Ibas.
“Saksi meringankan itu lebih ringan dari saksi fakta. Tapi saya tidak tahu kenapa Pak SBY dan Ibas menolak memberikan kesaksian meringkan. Jangan-jangan berpikir nanti kesaksiannya meringankan untuk saya justru memberatkan dirinya,” jelas Anas.
Anas membantah anggapan pengacara keluarga SBY, Palmer Situmorang, yang menyatakan permohonannya tidak relevan. “Justru relevan, amat sangat relevan,” kata Anas.
Sebab itu, Anas terus mengupayakan pemanggilan SBY dan Ibas dijadikan sebagai saksi. Bahkan dia mengupayakan mereka dijadikan saksi ahli.
“Iya nanti, istikharah dulu. Mudah-mudahan siapa tahu beberapa hari ini ada perubahan kan,”.(pi/fer)








