Prabowo Subianto dan Suryadharma Ali saat beada dirumah Umat (Kantor DPP PPP).
TRANSINDONESIA.CO, Jakarta – Semakin tidak jelas perpolitikan PPP, perpecahan di tubuh Partai Persatuan Pembangunan (PPP) membela siapa dan siapa yang dibela, justru masyarakat melihat elite PPP yang main pecat memecat itu telah mengabaikan suara rakyat pemilih pada Pemilu 9 April 2014.
Kini elite PPP lebih mementingkan kelompok dan mengejar bargaining untuk jabatan bahkan uang, sedangkan umat yang memilih PPP hanya menjadi penonton.
Setelah Ketum PPP Suryadharma Ali memecat Waketum dan 4 Ketua DPW kini dia pula yang dipecat pada Rapat pimpinan Nasional (Rapimnas) I PPP versi Romahurmuziy atau Romi yang digelar sejak Sabtu (19/4/2014) smapai Minggu (20/4/2014) dinihari di kantor DPP PPP, Jalan Diponegoro, Jakarta.
Pada Rapim yang masih diragukan keabsahannya itu memutuskan, pemberhentian sementara Ketua Umum PPP, Suryadharma Ali.
“Rapimnas I PPP dengan tetap berpegang teguh pada AD/ART, mengoreksi sanksi yang diputuskan rapat pengurus harian PPP pada tanggal 18 April 2014 dari yang semula “peringatan pertama” menjadi pemberhentian sementata kepada Suryadharma Ali dari jabatannya selaku Ketua Umum PPP,” kata Sekretaris Rapimnas I PPP, Romahurmuziy atau Romi yang merasa legal atas rapat dan putusan tersebut.
Sementara, Suryadharma Ali yang diberhentikan itu digantikan Wakil Ketua Umum (Waketum) PPP, Emron Pangkapi sebagai Ketua Umum PPP sementara atau Pelaksana Tugas (Plt).
“Menetapkan Emron Pangkapi selaku Wakil Ketua Umum PPP untuk mengisi lowongan jabatan Ketum PPP sesuai dengan pasal 12 ayat 1 Anggaran Rumah Tangga PP sampai pelaksanaan Muktamar dipercepat,” kata Romi.
Selain itu, Rapimnas I PPP memberikan mandat kepada Emron untuk menyelenggarakan Mukernas III pada Rabu 23 April 2014.
“Rapimnas I PPP mengamanatkan kepada Mukernas III untuk menetapkan jadwal, waktu, tempat pelaksanaan Muktamar dipercepat,” kata Romi.
Melihat kondisi PPP ini, umat yang menjadi bingung bahkan merasa sangat sedih atas perpecahan PPP, entah kemana lagi mau dilabuhkan rumah umat Islam yang selama ini diklaim PPP sebagai rumah umat besar.(yan)







