Ketua Dewan Pertimbangan DPP Partai Golkar, Akbar Tanjung.(ant)
TRANSINDONESIA.CO, Jakarta – Ketua Dewan Pertimbangan (Wantim) Partai Golkar, Akbar Tan0jung, menegaskan partainya perlu melakukan evaluasi atas hasil perolehan suara partai dalam pemilu legislatif April lalu sebab hasilnya jauh dari target yang telah dicanangkan yakni 27 – 30 persen.
“Evaluasi itu sangat penting untuk mengetahui mengapa suara Golkar kurang dari 15 persen. Jadi, evaluasi yang kita usulkan yaitu atas hasil perolehan suara Golkar yang jauh dari target, bukan evaluasi pencapresan ARB,” kata Akbar saat dihubungi wartawan, di Jakarta, Selasa (15/4/2014).
Mantan ketua umum Partai Golkar itu melanjutkan Rakernas Pemenangan Pemilu DPP Golkar memutuskan target perolehan pemilu legislatif adalah 27 persen. Keputusan diambil atas dasar masukan empat lembaga survei yang melakukan jajak pendapat pada 30 ribu orang di seluruh Indonesia.
Tetapi hasilnya sekarang jauh dari target, atau hanya sekitar 50 persen dari target, yang tentu mengecewakan semua pihak.
“Bukan hanya suara yang jauh dari target, tetapi kursi DPR Golkar nantinya dipastikan turun. Hasil pemilu legislatif 2009, Golkar mendapat 106, sekarang berdasarkan hitungan lembaga survei, Golkar hanya akan dapat 83-96 kursi,” jelasnya.
“Nah, ini kan ada penurunan perolehan kursi DPR. Lalu, kita diam saja?”, ungkapnya.
Akbar juga menilai pandangan Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Golkar, Luhut Panjaitan, soal usulan evaluasi itu. Luhut diketahui menyatakan bahwa usulan evaluasi yang dikemukakan Akbar atas nama pribadi.
“Bagaimana saya mengusulkan atas nama pribadi? Ya atas nama Wantim-lah, karena yang ditanya saya, maka saya jawab perlu evaluasi hasil pileg,” tandas Akbar.(bs/fer)







