RSUD Kota Bekasi siap melayani Caleg yang depresi.(dok)
TRANSINDONESIA.CO, Bekasi – Pascpemilihan anggota legislatif (pileg) 2014, diyakini banyak calon anggota legislatif (caleg) yang kalah akan mengalami gangguan psikologis, seperti stres atau depresi.
Untuk itu, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bekasi telah menyiapkan tenaga psikolog dan dokter jiwa untuk mengantisipasi caleg depresi, akibat tidak terpilih menjadi wakil rakyat.
“Hingga hari ini, belum ada (caleg yang dirawat). Semoga baik-baik saja,” harap Direktur Utama RUSD Kota Bekasi, Titi Masrifahati, Jumat (11/4/2014).
Titi mengatakan RSUD Kota Bekasi hanya membuka pelayanan poliklinik atau rawat jalan bagi pasien depresi pascapileg 2014.
“Nantinya para dokter spesialis kejiwaan tersebut disiapkan 24 jam, sesuai dengan kebutuhan pasien,” sambung Titi.
Titi mengatakan RSUD Kota Bekasi secara dini sudah mengantisipasi hal tersebut dengan mempersiapkan psikiater.
Namun pihaknya tidak menyiapkan ruangan khusus rehabilitasi bagi para caleg yang akan dirawat.
“Jika memang ada para caleg yang membutuhkan perawatan telah disediakan dokter psikiater. Tapi ruangan khusus untuk perawatan tidak disediakan,” katanya.
Lebih lanjut Titi mengatakan, sejak kampanye berlangsung, RSUD Kota Bekasi sudah mengantisipasi dan menyiapkan fasilitas terkait kebutuhan pelayanan bagi para caleg gagal lolos ini.
Depresi, kata Titi, bisa menyerang setiap orang. Terlebih bagi caleg yang gagal menduduki kursi legislatif, padahal mereka sudah mengeluarkan biaya besar. “Potensi banyak caleg depresi, besar kemungkinan terjadi,” ungkapnya.
Titi menjelaskan, tingkatan depresi yang dialami caleg biasanya berdasarkan pada tingkat persoalan yang dialami masing-masing caleg. Kadar yang dialami mempunyai tingkatan ringan, sedang dan tinggi. Hal itu berbanding dengan besar-kecilnya pengeluaran biaya ketika mereka melakukan kampanye.
“Umumnya para caleg tertekan karena memikirkan banyaknya biaya yang harus dikeluarkan untuk pemilu, atau sulit tidur karena memikirkan menang atau kalah saat penghitungan suara oleh KPU,” katanya.
Sementara salah satu caleg Partai Bulan Bintang (PBB) Kota Bekasi, Sulaiman mengatakan meski partainya tidak lolos parliamentary threshold 3,5 persen, versi quick count, dan dirinya tidak lolos sebagai anggota dewan, namun kegiatan sehari-hari tetap berjalan lancar.
“Perolehan suara PBB di tingkat nasional di bawah 3,5 persen. Saya juga pesimis bisa lolos sebagai anggota dewan,” ungkap caleg dari Dapil 2 (Rawalumbu, Mustikajaya dan Bantargebang) ini.
Meski begitu, caleg yang bekerja sebagai tukang ojek di Kayuringin ini mengaku tidak terpengaruh dengan hasil quick count Pileg 2014.
“Kegiatan saya berjalan seperti biasanya. Menang syukur, tidak menang juga tidak apa-apa,” ujarnya.(sp/amin)







