Caleg Witarsa usai diobati.(istimewa)
TRANSINDONESIA.CO – Baru saja pemilu legislatif digelar, sejumlah caleg stres mulai bermunculan. Salah seorang caleg, Witarsa, dibawa anggota keluarganya ke sebuah Padepokan di Desa Sinarancang, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, untuk berobat.
Calon anggota legislatif (caleg) dari Partai Demokrat dari Dapil Jabar X itu mengalami stres akibat perolehan suaranya sangat minim, sehingga gagal menjadi anggota DPRD Jawa Barat. Padahal, modal yang dikeluarkannya cukup lumayan besar.
Seperti ditayangakan salahsatu televisi swasta nasional, Witarsa yang stres masih mengenakan seragam partai saat dimandikan untuk diobati diruang terapi Ustadz Ujang Bustomi.
Ketika dibawa ke padepokan di Desa Sinarancang, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, Kmais (10/4/2014), menjalani pengobatan di padepokan dengan cara dimandikan dulu, lantas dibacakan ayat-ayat suci Al-Quran.
Witarsa bahkan sempat menangis dan dia mengaku stres karena perolehan suara untuknya sangat minim. Padahal, modal yang dikeluarkan sangat besar.
Curi Kotak Suara
Lain lagi gejala stres yang diduga dialami caleg dari PKS, Muhammad Taufiq (50). Kecewa dan marah perolehan suaranya minim, pria ini ditemani Asmad (50) tiba-tiba keluar dari rumah dan mendatangi TPS 2 Dusun Cekocek, Desa Bierem, Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang, Jawa Timur.
Saat itu, Rabu (9/4) sore pukul 15.45, petugas baru saja merampungkan penghitungan suara. Tanpa ba-bi-bu lagi, Taufiq dan Asmad langsung mengambil paksa sebuah kotak suara di TPS tersebut.
“Merasa tidak puas dengan hasil perhitungan suara, kedua pelaku pergi ke TKP dan mengambil kotak suara secara paksa, kemudian dibawa ke rumah Saudara Taufik,” ujar Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Ronny F Sompie, Kamis (10/4//2014).
Kedua pelaku kemudian diamankan Panwascam Tambelangan.
Diberbagai wilayah lain di Indonesia, kasus serupa pasti juga terjadi, meski dengan kadar stres serta bentuk ekspresi yang berbeda-beda.
Hal ini menjadi keprihatinan, mestinya setiap partai politik juga melakukan screening kejiwaan yang ketat terhadap bakal caleg sebelum mengajukan pendaftaran.
Para caleg pun mestinya sejak awal sudah menyiapkan mental, bahwa ada kemungkinan dia menang dan kalah. Kalau sejak awal cemas bakal kalah, ya ndak perlu mendaftar jadi caleg, serta nggak perlu mengeluarkan modal besar untuk “membeli” suara rakyat.(mot/yan)







