Ada apa dengan Malaysia Airlines MH370 dan 239 orang di dalamnya?
TRANSINDONESIA.CO, London : Malaysia berkesimpulan pesawat Malaysia Airlines MH370 jatuh di Samudera Hindia bagian selatan. Tak ada satu pun dari 239 orang di dalam pesawat itu yang dinyatakan selamat.
Lantas, mengapa pesawat yang terbang dari Kuala Lumpur dengan tujuan Beijing itu berubah arah ke selatan? Koran Inggris, The Telegraph, Selasa (25/5/2014) mengutip sumber yang diklaim sangat terpercaya dari tim investigasi hilangnya MH370. Sumber itu menyebut motif bunuh diri terkait hilangnya pesawat Boeing 777-200ER itu.
Sumber dari tim investigasi itu yakin tidak ada unsur kerusakan atau tidak berfungsinya peralatan yang menyebabkan pesawat tersebut terbang dengan lintasan yang tidak lazim. Atau matinya sistem komunikasi sebelum pesawat tersebut berbalik arah dari jalur semestinya.
Sebuah analisa rute, sinyal, dan komunikasi penerbangan menunjukkan pesawat Malaysia Airlines terbang “dengan cara yang masuk akal.”
“Ini adalah tindakan sengaja dari seseorang di dalam pesawat yang mengetahui secara detail apa yang harus dilakukan,” kata sumber itu dikutip The Telegraph.
Sumber itu menegaskan kemungkinan malfungsi siseim dalam pesawat atau pun kebakaran sangat kecil. “Para penyelidik telah melalui proses bagaimana pesawat itu terbang selama 8 jam. Para penyelidik menyimpulkan pesawat itu diterbangkan dengan cara yang masuk akal,” tegas sumber tersebut.(ttg/fen)





