Ilustrasi Politisi partai Demokrat Ruhut Sitompul terkait ucapannya yang mengatakan Golkar partai terkorup (sumber: Istimewa)
TRANSINDONESIA.co, Jakarta : Politisi Partai Demokrat, Ruhut Sitompul memenuhi panggilan pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk diperiksa dalam kasus dugaan penerimaan hadiah terkait proyek pembangunan Pusat Pendidikan Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) di Hambalang, Jawa Barat, Rabu (12/3/2014).
Ruhut yang tiba di kantor KPK, Jakarta, sekitar pukul 11:38 WIB, tidak berkomentar seputar pemeriksaannya sebagai saksi untuk Anas Urbaningrum.
Sebaliknya, Ruhut mengatakan bahwa berdasarkan penelitian ICW (Indonesia Corruption Watch) ternyata partai terkorup adalah Golkar.
“Terima kasih ICW yang menyatakan partai terkorup itu Golkar. Kedua, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P),” ungkap Ruhut yang terlihat mengenakan kemeja motif ulos biru lengan pendek, lengkap dengan pin Pramono Edhi Wibowo.
Namun, lanjut Ruhut, partai lainnya termasuk Demokrat memang juga ada korupsinya tetapi sedikit.
“Kami partai yang tidak main-main dengan korupsi. Saya pinjam kata-kata Pramono Edhi Wibowo, capres Demokrat. Kami tidak akan melindungi siapapun kader kami termasuk Anas kaitan dengan korupsi. Kami tetap tidak pada korupsi,” ujar Ruhut seraya mengacungkan jempol tangan ke bawah.
Seperti diketahui, Ruhut memang dijadwalkan menjalani pemeriksaan sebagai saksi untuk tersangka Anas Urbaningrum pada Rabu (12/3/2014).(sp/fer)







