Politisi PDIP, Trimedya Panjaitan.(dok)
TRANSINDONESIA.co, Jakarta : Ketua Badan Kehormatan (BK) DPR Trimedya Panjaitan menilai buruknya capaian realisasi program legislasi nasional (prolegnas) tidak terlepas dari kualitas perolehan suara hasil Pemilu 2009.
“Tidak heran begitu hasilnya, karena yang terpilih adalah mayoritas calon anggota legislatif (caleg) yang ekonominya baik ditambah masyarakatnya materialistis. Jadinya orientasinya bukan mengabdi kepada negara tetapi bagaimana duit yang keluar bisa balik kembali. Pendidikan tinggi iya, tetapi rasa pengabdian kepada negaranya rendah,” ujar Trimedya saat dihubungi Media Indonesia, Minggu (9/3/2014).
Menurut dia pula, seperti itulah yang akan terjadi ketika suara terbanyak yang terpilih menjadi pemenang Pemilu 2014. Pihaknya menjelaskan, kondisi di mana masyarakat dan calon anggota legislatif (caleg) masih berpikir pragmatis.
Trimedya menambahkan, kelemahan regulasi juga menyebabkan buruknya kinerja DPR. Salah satunya, aturan mengenai absensi anggota dewan yang menyebut 6 kali berturut-turut tidak rapat paripurna baru dikenai sanksi.
Menurut dia, BK mengusulkan agar absensi itu diperketat menjadi 4 kali berturut-turut baik dalam rapat paripurna, Panja, Pansus dan lainnya.
“Pimpinan fraksi juga harus tegas menindak anggotanya yang malas, lalu perlu juga diperhatikan kesejahteraan anggota dewan. Sebab dari gaji DPR yang mencapai Rp50 juta dibagi lagi ke fraksi. Kami lihat harus paralel dengan pejabat negara yang lainnya. Kalau semuanya masih sama seperti sekarang kondisinya saya yakin tidak akan ada perubahan,” pungkasnya.(mtv/fer)







