Indonesia Berdakwah

Penembakan Polisi di Gowa Tak Terkait Terorisme

Kapolri Jenderal Pol Sutarman.(dok)

SutarmanKapolri Jenderal Pol Sutarman.(dok)

 

TRANSINDONESIA.co, Jakarta :  Kapolri Jenderal Pol Sutarman mengatakan, pelaku penembakan perwira polisi anggota Dit Intelkam Polda Sulawesi Barat, Iptu M. Daud hingga tewas pada Selasa (11/2/2014) lalu diduga tidak terkait aksi terorisme.

“Sementara kita belum mengkaitkan ke sana (teroris) karena kita belum tahu persis. Yang jelas (pelaku) akan berbuat jahat. Apa akan mencuri atau merampok rumah lalu ditegur kemudian dia (korban) datang dan begitu datang, ditembak,” kata Kapolri Jenderal Sutarman di Mabes Polri, Kamis (13/2/2014).

Dikatakan Kapolri, penembakan anggota Reskrim Polisi Sektor Klapanunggal, Kabupaten Bogor, bernama Briptu Nurul Affandi yang tewas ditembak pencuri kendaraan bermotor pada 10 Januari lalu.

“Peristiwanya mirip yang di Bogor. Pak Daud ini mau salat subuh. Dia rutin salat subuh berjamaah di masjid. Pada waktu keluar rumah melihat seseorang kok mencurigakan, mungkin mencuri atau merampok. Naluri polisi, sehingga ditegur, “Hei ada apa”, kemudian didatangi, dan ditembak,” ungkap Kapolri.

Untuk itu polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap siapa pelakunya.

“Mudah-mudahan kita bisa mengungkap pelakunya. Pelaku (penembak) di Gowa satu orang,” lanjutnya.

Korban tertembak pada saat hendak menuju ke masjid untuk menunaikan salat subuh di Mesjid Palantikang, kelurahan Katangka, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa. Saat itu berjalan beriringan dengan tetangganya bernama Jafar Sodding yang menuju masjid untuk menunaikan shalat subuh.

Ketka korban melihat seseorang di gang samping rumahnya. Orang itu berdiri dengan jarak sekitar 6 meter dengan ciri-ciri menggunakan jaket warna gelap, pakai tutup kepala, dan celana jeans. Lantas korban berinisiatif mengecek mendatangi orang tersebut dan Jafar terus berjalan menuju masjid.

Pada saat saksi melanjutkan perjalanannya dan panggilan salat dimulai, tiba-tiba saksi mendengar letusan senjata api sebanyak dua kali. Usai shalat, Jafar dan sejumlah jamaah masjid menuju ke sumber letusan di mana kemudian mereka menemukan korban tergeletak dan terdapat luka tembakan di bagian dada kiri dan perut hingga korban meninggal di tempat.(bs/dan)

Share

TRANS POPULER

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.