Sutan Loyalis Cikeas di Incar KPK

Sutan

TRANSINDONESIA, Jakarta : Loyalis Cikeas, Sutan Bhatoegana  dalam incaran KPK. Hal ini dibuktikan dengan pemeriksaan ruang kerjanya di Gedung DPR RI, rumah yang menjadi kediamannya di Bogor, Jawa Barat, sampai rumah stafnya di Bekasi, Jawa Barat, juga digeledah.

Tak sampai disitu, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Zaenudin Amali,  di lantai 11,  Gedung Nusantara I, DPR/MPR, juga digeledah petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sejak Kamis (16/1/2014) hingga malam hari.

Selain itu, KPK menggeledan ruang Komisi VII dan ruang Sekretariat Komisi VII DPR, kata Kepala Pamdal Gedung Nusantara I, Sukimin, Kamis.

Tiga ruang lainnya yang digeledah adalah ruang kerja Ketua Komisi VII DPR RI, Sutan Bhatoegana, ruang kerja anggota Komisi VII Tri Yulianto dan ruang Sekretariat Fraksi Partai Demokrat.

Sutan Bhathoegana tampaknya diujung tanduk, vilanya seharga Rp15 milyar diincar. Selain menggeledah ruang kerja Ketua Komisi VII DPR Sutan Bhatoegana, penyidik KPK juga menggeledah sebuah rumah mewah Sutan di Vila Duta Bogor Jawa Barat.

Rumah bak istana yang terletak di Jalan Sipatahunan No.26, Baranangsiang Bogor, adalah salah satu aset yang dimiliki oleh salah satu pendiri Partai Demokrat itu.

“Asetnya mencapai Rp15 miliar,” kata sumber DPR.

Memang, rumah Sutan di Vila Duta ini menjadi salah satu incaran dari penyidik KPK. Penggeledahan di dua tempat ini dilakukan terkait dengan kasus di SKK Migas.

Dalam kasus SKK Migas ini, nama Sutan juga turut disebut-sebut. Ketua DPP Partai Demokrat ini bahkan disebut meminta jatah Tunjangan Hari Raya (THR) kepada Rudi.

“Sutan diduga menerima uang USD150 ribu, bukan seperti yang disebut-sebut media menerima USD200 ribu,” kata sumber, Rabu (15/1/2014).

Menurut sumber, mantan Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini menitipkan uang sebesar USD 200 ribu kepada seseorang berinisial ‘D’ di Kementerian ESDM.

Itu tertulis dalam catatan Rudi Rubiandini yang disebut ‘gentong masuk’ dan ‘gentong keluar’.

“Uang USD 50 ribu dipotong oleh ‘D’ tanpa sepengetahuan Sutan. Namun belakangan uang itu dikembalikan,” kata sumber.

Sumber melanjutkan, Sutan Bhatoegana mengakui telah menerima USD 150 ribu atas sepengetahuan petinggi Fraksi Demokrat di DPR.

“Ada lima orang petinggi Demokrat yang mengetahui penerimaan uang itu,” bongkar sumber tersebut.(RM/fer)

Bagikan

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TransIndonesia.co