Kebakaran Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Supit Urang, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Jawa Timur. Kamis (22/10/2026). Foto : BPBD Kota Malang
JAKARTA, Transindonesia.co — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan rangkaian kejadian bencana hidrometeorologi basah serta kebakaran lahan yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera dan Jawa Timur. Berdasarkan pemutakhiran data hingga awal pekan ini, bencana tersebut meliputi banjir di Tapanuli Tengah, longsor di Dairi, angin kencang di Lhokseumawe, hingga kebakaran TPA di Malang.
“Menyikapi rangkaian kejadian bencana tersebut, BNPB mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi basah, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi dan angin kencang,” ujar Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, dalam keterangannya diterima redaksi, Senin (26/10/2026).
Di Sumatera Utara, banjir melanda empat kecamatan di Kabupaten Tapanuli Tengah setelah hujan deras menyebabkan sungai meluap dan merusak tanggul. Peristiwa yang terjadi sejak Jumat (23/10) ini berdampak pada ratusan jiwa, merusak unit rumah, serta merendam sejumlah akses jalan sebelum akhirnya berangsur surut pada akhir pekan.
Selain banjir, Berton menyampaikan bahwa bencana longsor dan cuaca ekstrim juga terjadi di wilayah lain, di mana “banjir dan tanah longsor terjadi di Dusun V Sukumblin, Desa Lae Ambat, Kabupaten Dairi,” yang turut merusak lahan pertanian dan infrastruktur jalan.
Sementara itu, di Aceh, angin kencang melanda Kota Lhokseumawe pada Minggu malam (25/10), menyebabkan kerusakan pada puluhan bangunan rumah kos dan rumah warga. BPBD setempat langsung mengerahkan armada operasional guna melakukan penanganan darurat serta evakuasi di lokasi kejadian.
Tidak hanya bencana hidrometeorologi, tantangan penanganan darurat juga terjadi di Pulau Jawa, di mana tercatat “kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Supit Urang, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Jawa Timur” seluas belasan hektare.
Petugas gabungan di Malang menghadapi kendala angin kencang dan minimnya vegetasi saat berupaya memadamkan api. Hingga laporan terakhir, tim terus melakukan proses pembasahan secara berkala guna memastikan tidak ada titik bara tersembunyi yang dapat memicu kembali kobaran api di lokasi pembuangan sampah tersebut.
Mengakhiri keterangannya, BNPB mengingatkan warga yang tinggal di sekitar daerah aliran sungai maupun perbukitan agar “segera melakukan evakuasi apabila hujan lebat mengguyur wilayah lebih dari satu jam dan membatasi jarak pandang,” serta tetap waspada terhadap potensi bencana susulan. [arv]




