Tim gabungan terus berupaya melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di wilayah Provinsi Kalimantan Barat, pada Ahad (25/10/2026). Foto :Satgas Darat Kalimantan Barat
JAKARTA, Transindonesia.co — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terus digencarkan oleh petugas gabungan di sejumlah wilayah Indonesia. Tercatat lebih dari 3.000 hektare lahan di Pulau Kalimantan serta ratusan hektare di Pulau Sumatera terdampak dan kini berada dalam penanganan intensif melalui operasi darat, udara, hingga modifikasi cuaca.
“Berbagai strategi penanganan terus diupayakan pemerintah pusat dan daerah yang dibantu para relawan, di antaranya operasi modifikasi cuaca (OMC) dengan dry ice,” ujar Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, dalam keterangannya diterima redaksi, Senin (26/10/2026).
Berdasarkan pemutakhiran data, luas lahan karhutla dalam penanganan di Pulau Kalimantan mencapai 3.392 hektare yang tersebar di Kalimantan Tengah seluas 2.458 hektare, Kalimantan Barat 884 hektare, dan Kalimantan Selatan 52 hektare. Sementara itu, wilayah Sumatera mencatat luas lahan terdampak sekitar 990 hektare yang meliputi Sumatera Selatan, Jambi, hingga kawasan Taman Nasional Way Kambas di Lampung.
Untuk mendukung penanganan di lapangan, Berton menyebutkan bahwa “sebanyak 57.050 personel darat disiagakan di enam provinsi” guna memperkuat Satuan Tugas Darat di bawah koordinasi pos komando masing-masing daerah.
Selain pengerahan puluhan ribu personel darat yang dilengkapi peralatan pemadaman lengkap, upaya penanggulangan turut didukung oleh kekuatan udara sebanyak 61 unit armada. Armada tersebut terdiri atas helikopter patroli, pesawat CASA, operasi modifikasi cuaca, serta 37 unit helikopter water bombing untuk melakukan pengeboman air di titik-titik api kritis.
Terkait efektivitas teknologi cuaca, BNPB mencatat bahwa pelaksanaan OMC pada 23 Oktober 2026 telah dilakukan dengan “total 15 sortie atau penerbangan dan penggunaan bahan semai sebanyak 14.300 kilogram” di berbagai wilayah sasaran.
Di luar wilayah Kalimantan dan Sumatera, penanganan karhutla yang menantang juga terus dilakukan di kawasan Taman Nasional Way Kambas, Lampung Timur, serta kawasan pegunungan Arjuno-Welirang di Jawa Timur yang luas kebakarannya mencapai 1.090 hektare sejak pertengahan Oktober. Petugas gabungan mengoptimalkan sekat bakar, pemantauan drone termal, hingga penyisiran darat secara berkala.
Selain fokus pada karhutla, BNPB turut menyampaikan “peringatan dini mengenai dinamika atmosfer yang dipengaruhi bibit siklon tropis 98B di Teluk Benggala” yang berpotensi memicu hujan lebat, petir, serta angin kencang di wilayah Aceh dan Sumatera Utara.
Masyarakat diimbau untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, maupun angin kencang, serta memantau informasi cuaca resmi sebelum beraktivitas di luar ruangan. [nag]




