Skip to content
26 Oktober 2026
  • TRANSMARITIM
  • Trans Tekno
  • TRANSSPORT
cropped-trans_logo-e1607181917765-1.png

Indonesia Berdakwah

Primary Menu
  • Trans Dakwah
  • Trans Metropolitan
  • Trans Polhukam
  • Trans Dunia
  • Trans Bisnis
  • Trans Sports
  • Trans Tekno
  • Trans Maritim
  • Trans Sumatera
  • Trans Jawa
  • Trans Bali
  • Trans Nusa
  • Trans Kalimantan
  • Trans Sulawesi
  • Trans Maluku
  • Trans Papua
Light/Dark Button
  • Home
  • 2026
  • Oktober
  • 26
  • Karhutla Membara di TNWK Lampung, Pemadaman Darat Udara

Karhutla Membara di TNWK Lampung, Pemadaman Darat Udara

transindonesia.co 26 Oktober 2026 2 minutes read
Helikopter water bombing BNPB tangani Karhutla membara di Taman Nasional Way Kambas Lampung

Pantauan udara kebakaran hutan dan lahan yang melanda wilayah kawasan Taman Nasional Way Kambas, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung, Sabtu (24/10/2026). Transindonesia.co / BNPB

LAMPUNG, Transindonesia.co – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Kabupaten Lampung Timur, Lampung, masih membara hingga, Sabtu (24/10/2026). Tim gabungan operasi pemadaman darat dan udara masih berlangsung untuk mengendalikan titik api yang belum tertangani secara optimal.

Berdasarkan laporan tim pendampingan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), kebakaran yang terjadi sejak 22 September 2026, menyisakan area terbakar yang belum padam seluas sekitar 40 hektare.

“Pada Jumat (23/10), tim gabungan berhasil melakukan pemadaman pada area seluas sekitar 10,2 hektare. Data tersebut merupakan estimasi berdasarkan pemantauan dan evaluasi di lapangan,” ungkap Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, dikutip dalam keterangan tertulisnya, Senin (26/10/2026).

Menurutnya, operasi pemadaman udara menggunakan helikopter Sikorsky Black Hawk UH-60L melalui dua sortie water bombing. Sementara itu, pemadaman darat melibatkan unsur pengelola TNWK, TNI, Polri, BPBD, mitra konservasi, masyarakat, serta unsur pendukung lainnya.

Di lapangan, personel dibagi menjadi empat tim untuk melaksanakan pemantauan menggunakan drone, pemadaman di kawasan rawa gambut, distribusi air dan pemasangan selang menuju titik kebakaran, serta pemadaman lanjutan di titik B.

“Tim juga melakukan penyiapan suplai air menuju titik D dengan penggelaran selang penyalur sepanjang kurang lebih tiga kilometer,” terang Berton.

Lebih lanjut Berton mengatakan upaya penanganan pemadaman menghadapi sejumlah kendala, antara lain vegetasi yang rapat dan kering, angin kencang, akses menuju lokasi yang sulit, serta jarak sumber air sekitar 1,5 kilometer dari titik kebakaran.

“Karakteristik lahan gambut juga menyebabkan api berpotensi bertahan di lapisan bawah tanah dan kembali muncul meskipun pemadaman sebelumnya telah dilakukan,” terangnya.

Untuk mendukung penanganan, operasi modifikasi cuaca (OMC) sambung Berton, juga menggunakan pesawat Cessna Caravan. Dua sortie penyemaian garam atau natrium klorida (NaCl) masing-masing sebanyak 1.000 kilogram dilakukan di wilayah Taman Nasional Way Kambas dan Kabupaten Lampung Barat. Hasil pengamatan menunjukkan adanya hujan ringan di kedua wilayah tersebut.

BNPB bersama pemerintah daerah dan unsur terkait juga terus mengupayakan pemenuhan kebutuhan operasional, termasuk peralatan pemadaman, logistik personel, serta dukungan air dan bahan bakar.

Pemantauan menggunakan drone akan dilanjutkan untuk mengidentifikasi perkembangan titik api dan menentukan prioritas pemadaman udara maupun darat.

Operasi gabungan akan dilanjutkan dengan memprioritaskan titik B, titik D, dan kawasan rawa gambut, disertai pemantauan kondisi cuaca serta potensi penjalaran api. Langkah ini dilakukan untuk menekan perluasan kebakaran dan memastikan penanganan di kawasan konservasi Taman Nasional Way Kambas berjalan secara terpadu. [bar]

About the Author

transindonesia.co

Administrator

transindonesia, berita indonesia, indonesia aktual, nusantara, metropolitan

Visit Website View All Posts

Post navigation

Previous: Kasus Polisi Tembak Polisi di Pondok Cabe Diduga Dipicu Masalah Bully
Next: Rekor Sejarah! OJK Jatuhi Denda Pasar Modal Rp2,23 Triliun

Trans Stories

Kapolri Suyudi Tutup Rantai Narkoba Internasional di Aceh

Kapolri Suyudi Tutup Rantai Narkoba Internasional di Aceh

transindonesia.co 26 Oktober 2026
kebakaran-hutan-sumatera

Singapura Rilis Nama Perusahaan RI Diduga Terlibat Karhutla

transindonesia.co 20 Oktober 2026
Karhutla Sumsel Membara: BNPB Desak Pengusutan Korporasi dan Perorangan

Karhutla Sumsel Membara: BNPB Desak Pengusutan Korporasi dan Perorangan

transindonesia.co 18 Oktober 2026

TransIndonesia

Moscow Fashion Week

Moscow Fashion Week 2026: Desainer Asia Unjuk Gigi

transindonesia.co 26 Oktober 2026
Kapolri Suyudi Tutup Rantai Narkoba Internasional di Aceh

Kapolri Suyudi Tutup Rantai Narkoba Internasional di Aceh

transindonesia.co 26 Oktober 2026
Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Dadang Hartanto

Polda Metro Jaya Ungkap Kasus SDA dan LPG Bersubsidi

transindonesia.co 26 Oktober 2026
Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Rekor Sejarah! OJK Jatuhi Denda Pasar Modal Rp2,23 Triliun

transindonesia.co 26 Oktober 2026
  • Tentang Kami
  • Pedoman Siber
  • Disclaimer
  • TRANSMARITIM
  • Trans Tekno
  • TRANSSPORT
Copyright © 2026 All right Transindonesia.co | ReviewNews by AF themes.