Skip to content
21 Oktober 2026
  • TRANSMARITIM
  • Trans Tekno
  • TRANSSPORT
cropped-trans_logo-e1607181917765-1.png

Indonesia Berdakwah

Primary Menu
  • Trans Dakwah
  • Trans Metropolitan
  • Trans Polhukam
  • Trans Dunia
  • Trans Bisnis
  • Trans Sports
  • Trans Tekno
  • Trans Maritim
  • Trans Sumatera
  • Trans Jawa
  • Trans Bali
  • Trans Nusa
  • Trans Kalimantan
  • Trans Sulawesi
  • Trans Maluku
  • Trans Papua
Light/Dark Button
  • Home
  • 2026
  • Oktober
  • 21
  • Kasus Polisi Tembak Polisi di Pondok Cabe Diduga Dipicu Masalah Bully

Kasus Polisi Tembak Polisi di Pondok Cabe Diduga Dipicu Masalah Bully

transindonesia.co 21 Oktober 2026 2 minutes read
Polisi tembak polisi di Mako Polairud Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan dipicu oleh masalah perundungan atau bullying.

Ilustrasi

TRANSINDONESIA.CO | JAKARTA – Kasus polisi tembak polisi di Mako Polairud Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan diduga dipicu oleh masalah perundungan atau bullying.

Dugaan itu disampaikan oleh kuasa hukum keluarga korban, Petrus Bala Pattyona, setelah bertemu dengan penyidik Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Senin (19/10/2026).

Berdasarkan penjelasan penyidik, kata Petrus, dugaan bullying itu dilakukan oleh teman-teman korban kepada tersangka. Diduga, tersangka yang merasa kesal kemudian melampiaskan emosinya.

“Penjelasan penyidik bahwa pelaku ini melampiaskan kemarahan, pelaku ini melampiaskan kemarahan kepada korban, karena menurut penyidik tadi menjelaskan, teman-teman seangkatan korban sering mem-bully tersangka. Jadi, bukan almarhum yang mem-bully, tapi teman-temannya,” tutur Petrus di Polda Metro Jaya, Senin (19/10/2026).

“Ini yang menjadi tanda tanya, artinya seharusnya dia harus tanda petik marah atau pelaku ini marah kepada orang yang mem-bully. Tetapi, informasi dari penyidik tadi bahwa teman-teman almarhum ini sering mem-bully pelaku,” sambungnya.

Petrus menyebut penyidik masih mendalami perundungan apa yang dialami tersangka. Kata dia, penyidik masih mengumpulkan berbagai barang bukti, termasuk rekaman kamera pengawas atau CCTV.

“Bully-nya seperti apa, seperti tadi kita jelaskan, semua masih didalami, penyidik masih mendalami. Karena apa pun kejadiannya, penyidik mengatakan kepada kami, dia bilang begini: ‘Tim pengacara keluarga, percayakan kepada kami karena semua penanganan ini profesional karena didukung dengan bukti-bukti yang sangat akurat, ada CCTV’,” ucap dia.

Petrus mengatakan dari penjelasan penyidik, sejauh ini baru satu orang yang dinyatakan terlibat yakni Andika. Ia bilang penyidik juga masih mendalami asal usul senjata laras panjang yang digunakan dalam penembakan.

“Tim penyidik menjelaskan, untuk saat ini satu orang, karena ada pertanyaan dari mana dia memiliki senapan laras panjang, itu masih didalami,” ujarnya.

Sebelumnya, anggota Ditpoludara Bharatu Laurentius Valdo Fernandez Lawai meninggal dunia setelah ditembak juniornya, Bharada Andika Rahmadani di Mako Polairud Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, Jumat (16/10/2026) sekitar pukul 05.30 WIB.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan Andika saat ini telah diamankan dan saat ini ditahan di Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya untuk menjalani proses hukum.

“Saat ini tersangka masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Penyidik terus mendalami rangkaian peristiwa tersebut guna mengungkap fakta dan memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Budi dalam keterangannya, Minggu (18/10/2026).

Budi turut menegaskan Polda Metro Jaya akan menangani kasus ini dengan profesional, objektif, dan akuntabel. Setiap informasi disebut akan disampaikan kepada publik berdasarkan hasil pemeriksaan dan fakta yang telah terverifikasi. [cnni]

About the Author

transindonesia.co

Administrator

transindonesia, berita indonesia, indonesia aktual, nusantara, metropolitan

Visit Website View All Posts

Post navigation

Previous: Imigrasi Ungkap Perjalanan Nusron Wahid ke Singapura dan Malaysia

Trans Stories

Polres Metro Jakarta Pusat menunjukkan barang bukti 858 cartridge vape diduga mengandung etomidate dan sabu

Polisi Sita 858 Vape Mengandung Etomidate dan Sabu Merek Yakuza Batman

transindonesia.co 20 Oktober 2026
Aktivis Greenpeace Indonesia bentangkan spanduk raksasa Tangani Krisis Iklim di Patung Selamat Datang Bundaran HI Jakarta

Hidup Makin Sesak, Greenpeace Desak Prabowo Tangani Krisis Iklim

transindonesia.co 20 Oktober 2026
kebakaran-hutan-sumatera

Singapura Rilis Nama Perusahaan RI Diduga Terlibat Karhutla

transindonesia.co 20 Oktober 2026

TransIndonesia

Polisi tembak polisi di Mako Polairud Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan dipicu oleh masalah perundungan atau bullying.

Kasus Polisi Tembak Polisi di Pondok Cabe Diduga Dipicu Masalah Bully

transindonesia.co 21 Oktober 2026
Dirjen Imigrasi Hendarsam Marantoko ungkap perjalanan Menteri ATR BPN Nusron Wahid ke Singapura dan Malaysia via Batam

Imigrasi Ungkap Perjalanan Nusron Wahid ke Singapura dan Malaysia

transindonesia.co 21 Oktober 2026
Polres Metro Jakarta Pusat menunjukkan barang bukti 858 cartridge vape diduga mengandung etomidate dan sabu

Polisi Sita 858 Vape Mengandung Etomidate dan Sabu Merek Yakuza Batman

transindonesia.co 20 Oktober 2026
Aktivis Greenpeace Indonesia bentangkan spanduk raksasa Tangani Krisis Iklim di Patung Selamat Datang Bundaran HI Jakarta

Hidup Makin Sesak, Greenpeace Desak Prabowo Tangani Krisis Iklim

transindonesia.co 20 Oktober 2026
  • Tentang Kami
  • Pedoman Siber
  • Disclaimer
  • TRANSMARITIM
  • Trans Tekno
  • TRANSSPORT
Copyright © 2026 All right Transindonesia.co | ReviewNews by AF themes.