BPBD Kabupaten Enrekang melakukan pemadaman di Desa Bambapuang, Kecamatan Anggareja, Kabupaten Enrekang, Provinsi Sulawesi Selatan, Kamis (10/9/2026). Transindonesia.co / Pusdalops BPBD Kabupaten Enrekang
TRANSINDONESIA.co | JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merangkum perkembangan sejumlah kejadian bencana kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan (karhutla) di berbagai wilayah Indonesia berdasarkan pemutakhiran data hingga Jumat (11/9) pukul 07.00 WIB.
“Masyarakat perlu menghindari pembukaan lahan dengan cara membakar serta memastikan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran dilakukan secara aman, dan segera melaporkan kepada BPBD jika menemukan titik api,” ujar Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, dalam keterangan tertulisnya diterima redaksi, Sabtu (12/9/2026).
Kekeringan parah melanda 13 kecamatan di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, yang berdampak pada 2.292 jiwa akibat berkurangnya debit air bersih, dengan total distribusi bantuan air mencapai 84.000 liter oleh BPBD setempat.
“Bagi masyarakat di wilayah terdampak kekeringan, penggunaan air bersih secara bijak perlu terus dilakukan dengan mendahulukan kebutuhan pokok serta menyampaikan kebutuhan mendesak kepada BPBD,” kata Berton.
Selain di Wajo, kekeringan juga melanda sekitar 314 hektare lahan persawahan di Kecamatan Sinjai Barat, Kabupaten Sinjai, di mana kebutuhan mendesak saat ini meliputi pompa air, pipa distribusi, serta bahan bakar untuk mengalirkan air sungai ke saluran irigasi.
“Pemerintah daerah diharapkan terus memperkuat koordinasi dalam pemantauan dan penanganan kejadian bencana, baik untuk mitigasi kekeringan maupun karhutla,” sebut Berton.
Sementara itu, bencana karhutla melanda beberapa daerah di Sulawesi Selatan meliputi lahan seluas 6 hektare di Kabupaten Gowa dan 5 hektare di Desa Bambapuang, Kabupaten Enrekang, yang semuanya berhasil dipadamkan oleh tim gabungan.
“Apabila menemukan titik api atau kejadian kebakaran, masyarakat dapat segera melaporkannya kepada BPBD atau instansi terkait agar dapat ditangani dengan cepat,” imbau Berton.
Kasus karhutla dengan skala lebih luas juga terjadi di Kabupaten Seram Bagian Timur, Maluku, dengan total hampir 45 hektare lahan terbakar dalam dua kejadian terpisah, sehingga wilayah tersebut memperpanjang status tanggap darurat hingga awal Oktober 2026. [sda]






