Skip to content
3 Agustus 2026
  • TRANSMARITIM
  • TRANSTEKNO
  • TRANSSPORT
cropped-trans_logo-e1607181917765-1.png

Indonesia Berdakwah

Primary Menu
  • TRANS DAKWAH
  • TRANS METROPOLITAN
  • TRANSPOLHUKAM
  • TRANSDUNIA
  • TRANSBISNIS
  • TRANSSPORTS
  • TRANSTEKNO
  • TRANSMARITIM
  • TRANSSUMATERA
  • TRANSJAWA
  • TRANS BALI
  • TRANSNUSA
  • TRANSKALIMANTAN
  • TRANSSULAWESI
  • TRANSMALUKU
  • TRANSPAPUA
Light/Dark Button
  • Home
  • 2026
  • Juli
  • 14
  • Perang Iran Jadi Bumerang Trump, AS Kehabisan Rudal Andalan

Perang Iran Jadi Bumerang Trump, AS Kehabisan Rudal Andalan

transindonesia.co 14 Juli 2026 3 minutes read 0 comments
Amerika kehabisan rudal

Foto: (via REUTERS/U.S. Central Command)

TRANSINDONESIA.co, JAKARTA – Persediaan rudal utama militer Amerika Serikat (AS) terus menyusut seiring memanasnya kembali konflik dengan Iran. Kondisi ini dikhawatirkan dapat mengurangi kesiapan Washington menghadapi potensi perang lain, termasuk jika terjadi konflik dengan China maupun Korea Utara.

“Jika perang berlanjut dengan laju seperti lima hari terakhir, persediaan rudal akan semakin terkuras sehingga menciptakan tingkat risiko baru yang lebih tinggi, khususnya di kawasan Indo-Pasifik,” ujar analis pertahanan Center for Strategic and International Studies (CSIS) sekaligus mantan kolonel Korps Marinir AS, Mark Cancian, seperti dikutip CNN International, Senin (13/7/2026).

Menurut para analis, pada fase awal konflik yang dikenal sebagai Operasi Epic Fury, militer AS menghabiskan ribuan rudal presisi jarak jauh serta rudal pertahanan udara untuk menghadapi serangan Iran. Michael O’Hanlon dari Brookings Institution menegaskan kondisi stok amunisi kini jauh dari ideal.

“Tidak diragukan lagi persediaan senjata lebih rendah dari yang kami inginkan,” katanya.

Analisis CSIS menunjukkan bahwa hingga pertempuran besar dengan Iran mereda pada April lalu, Pentagon telah menghabiskan sedikitnya setengah stok pencegat rudal balistik THAAD, hampir separuh rudal pertahanan udara Patriot, serta sekitar 30% rudal jelajah Tomahawk. CNN sebelumnya juga mengonfirmasi estimasi tersebut melalui sejumlah sumber yang mengetahui data internal Departemen Pertahanan AS.

Meski gencatan senjata sempat memberikan ruang bagi Pentagon untuk menghemat persediaan, kemampuan mengisi kembali stok masih sangat terbatas. Cancian mengatakan Pentagon saat ini hanya menerima sekitar 15 rudal Tomahawk dan 20 rudal Patriot baru setiap bulan, sementara tidak ada pengiriman rudal THAAD yang dijadwalkan sepanjang 2026. Berdasarkan perhitungan CSIS, diperlukan sedikitnya tiga tahun untuk mengembalikan stok ke tingkat sebelum perang.

Peneliti senior American Enterprise Institute, Elaine McCusker, memperkirakan proses pemulihan persediaan amunisi akan berlangsung lama.

“Jangka waktu pengisian kembali amunisi sebagian besar akan diukur dalam hitungan tahun, sekitar dua hingga lima tahun untuk sebagian besar jenis persenjataan,” ujarnya.

Senada, pakar pengadaan pertahanan John Ferrari menyebut hingga kini Kongres belum mengalokasikan dana khusus untuk mengganti rudal yang telah digunakan sejak perang dimulai.

Pemerintahan Presiden Donald Trump telah meminta tambahan anggaran kepada Kongres untuk menutup biaya konflik Iran, namun usulan tersebut diperkirakan menghadapi pembahasan yang sulit. Di sisi lain, Pentagon menyatakan tengah mempercepat perluasan kapasitas industri pertahanan. Trump juga mengaktifkan Defense Production Act pada Juni guna memangkas hambatan regulasi dan mempercepat produksi rudal.

“Departemen secara agresif mengejar inovasi terbaik Amerika untuk meningkatkan produksi dalam skala besar sekaligus memperkuat ketahanan rantai pasok,” kata seorang pejabat Pentagon.

Namun Cancian menilai kebijakan tersebut hanya akan memberikan dampak terbatas dalam jangka pendek karena peningkatan kapasitas produksi tetap membutuhkan waktu.

AS juga berupaya mengurangi beban produksinya dengan memberikan lisensi kepada negara mitra, seperti Jerman dan Ukraina, untuk memproduksi rudal Patriot di dalam negeri. Meski demikian, proses tersebut tidak berlangsung cepat.

Jepang membutuhkan sekitar tiga tahun untuk membangun fasilitas produksi Patriot, sementara Jerman hingga kini belum memproduksi rudal tersebut meski proyeknya telah dimulai sejak 2022.

Meski Pentagon menegaskan militer AS masih memiliki kemampuan penuh untuk menjalankan seluruh operasi yang diperintahkan Presiden, para analis memperingatkan bahwa pengurasan stok rudal secara terus-menerus dapat mengikis daya tangkal Negeri Paman Sam dalam jangka panjang.

O’Hanlon menilai kemampuan pencegahan terhadap China maupun Korea Utara memang belum melemah saat ini, namun ia mengingatkan bahwa “pada titik tertentu” efektivitas deterrence bisa menurun jika persediaan senjata terus terkikis. [cnbc]

About the Author

transindonesia.co

Administrator

transindonesia, berita indonesia, indonesia aktual, nusantara, metropolitan

Visit Website View All Posts

Post navigation

Previous: Gempa Magnitudo 5,4 Guncang Buol, Satu Pasien RSUD Meninggal Dunia
Next: Jangan Reduksi Hutan, Hanya Menjadi Komoditas Karbon

Trans Stories

kapal-tanker-militer-as-meledak
1 minute read

Kapal Tanker Gas Milik AS di Mesir Terbakar Dihantam Drone

transindonesia.co 31 Juli 2026 0
korps-garda-revolusi-islam-iran-irgc-
3 minutes read

AS Minggir Dulu, Ada Kabar Baik Selat Hormuz dari Iran-Oman & Saudi

transindonesia.co 30 Juli 2026 0
Kasus TPPO
3 minutes read

Polisi Tangkap Dua Pelaku TPPO Modus ART Turki, Korban Dieksploitasi Tanpa Upah di Libya

transindonesia.co 24 Juli 2026 0

TransIndonesia

korban KMP Mutiara Santosa
2 minutes read

122 Korban KMP Mutiara Santosa II Dievakuasi ke Darat

transindonesia.co 3 Agustus 2026 0
Abdullah Rasyid
5 minutes read

MENJAGA GENERASI, MENOLAK PERSEKUSI

transindonesia.co 2 Agustus 2026 0
Menteri agama
2 minutes read

1 Agustus di Monas Ada Zikir dan Doa Kebangsaan, Terbuka untuk Umum

transindonesia.co 31 Juli 2026 0
Pekerja Armada Logistik PT Pertamina Patra Niaga
2 minutes read

Pekerja Pertamina Patra Niaga Salurkan Jumat Berkah untuk Santri Ponpes Almarhamah

transindonesia.co 31 Juli 2026 0
  • Tentang Kami
  • Pedoman Siber
  • Disclaimer
  • TRANSMARITIM
  • TRANSTEKNO
  • TRANSSPORT
Copyright © 2026 All right Transindonesia.co | ReviewNews by AF themes.