Skip to content
7 Mei 2026
  • TRANSMARITIM
  • TRANSTEKNO
  • TRANSSPORT
cropped-trans_logo-e1607181917765-1.png

Indonesia Berdakwah

Primary Menu
  • TRANS DAKWAH
  • TRANS METROPOLITAN
  • TRANSPOLHUKAM
  • TRANSDUNIA
  • TRANSBISNIS
  • TRANSSPORTS
  • TRANSTEKNO
  • TRANSMARITIM
  • TRANSSUMATERA
  • TRANSJAWA
  • TRANS BALI
  • TRANSNUSA
  • TRANSKALIMANTAN
  • TRANSSULAWESI
  • TRANSMALUKU
  • TRANSPAPUA
Light/Dark Button
  • Home
  • 2026
  • April
  • 15
  • Transformasi Imigrasi, Dari Administratif ke Motor Penerimaan Negara

Transformasi Imigrasi, Dari Administratif ke Motor Penerimaan Negara

transindonesia.co 15 April 2026 3 minutes read 0 comments
Staf Khusus Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Bidang Komunikasi dan Media, Ir. H. Abdullah Rasyid, ME, (kanan) mendampingi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Jenderal Pol. (Purn.) Drs. Agus Andrianto, S.H., M.H.

Staf Khusus Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Bidang Komunikasi dan Media, Ir. H. Abdullah Rasyid, ME, (kanan) mendampingi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Jenderal Pol. (Purn.) Drs. Agus Andrianto, S.H., M.H. (kiri). TransIndonenesia.co / Dok. Stafsus Menteri Imipas

TRANSINDONESIA.co, JAKARTA  – Transformasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) tidak hanya tercermin dari peningkatan layanan publik, tetapi juga dari lahirnya berbagai kebijakan strategis yang adaptif terhadap dinamika global. Salah satunya melalui peluncuran program Global Citizenship of Indonesia (GCI), yang menjadi bukti bahwa sektor keimigrasian kini telah naik kelas, dari sekadar fungsi administratif menjadi instrumen strategis negara, termasuk dalam mendorong penerimaan negara bukan pajak (PNBP).

Staf Khusus Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Ir. H. Abdullah Rasyid, M.E., menegaskan bahwa kebijakan inovatif seperti GCI menunjukkan arah baru kebijakan imigrasi Indonesia yang lebih terbuka, namun tetap selektif dan berbasis kepentingan nasional.

“Imigrasi hari ini tidak lagi hanya mengurus keluar-masuk orang, tetapi sudah menjadi bagian dari strategi besar negara dalam menarik potensi ekonomi global, termasuk optimalisasi PNBP,” ujarnya, di Jakarta, Rabu (15/3/2026).

Program GCI sendiri merupakan izin tinggal tetap tanpa batas waktu bagi warga negara asing yang memiliki keterikatan kuat dengan Indonesia, baik dari sisi historis, kekerabatan, maupun hubungan sosial. Skema ini memberikan kemudahan akses tinggal tanpa harus mengubah status kewarganegaraan, sekaligus membuka ruang partisipasi diaspora dan individu global yang memiliki ikatan dengan Indonesia.

Dalam perspektif ekonomi, kebijakan ini dinilai memiliki dampak jangka panjang terhadap peningkatan PNBP. Dengan sistem layanan berbasis digital dan skema all-in-one—yang mencakup visa, alih status izin tinggal, hingga izin masuk kembali—setiap proses keimigrasian menjadi lebih efisien, transparan, dan berkontribusi langsung terhadap penerimaan negara.

“Setiap inovasi kebijakan seperti GCI pada dasarnya memperluas basis layanan keimigrasian. Ketika basis layanan meluas, maka potensi PNBP juga ikut meningkat. Ini yang menjadi logika dasar transformasi imigrasi saat ini,” jelas Rasyid.

Selain itu, kebijakan ini juga memperkuat posisi Indonesia dalam kompetisi global untuk menarik talenta, diaspora, dan investor asing. Negara-negara lain seperti India dengan skema Overseas Citizenship of India (OCI) telah lebih dahulu menerapkan konsep serupa, dan terbukti mampu meningkatkan konektivitas ekonomi global mereka.

Namun demikian, Abdullah Rasyid menegaskan bahwa keterbukaan tersebut tetap diiringi dengan prinsip kehati-hatian. Tidak semua warga negara asing dapat mengakses fasilitas GCI, terutama yang memiliki latar belakang berisiko terhadap kedaulatan dan keamanan negara.

“Imigrasi tetap mengedepankan Prinsip Selektif (Selective Policy). Kemudahan diberikan kepada mereka yang memberi nilai tambah bagi Indonesia, bukan sebaliknya,” tegasnya.

Dengan kombinasi antara reformasi layanan, digitalisasi, dan inovasi kebijakan seperti GCI, Kemenimipas kini menempatkan sektor keimigrasian sebagai salah satu pilar penting dalam struktur penerimaan negara.

Ke depan, peran ini diyakini akan semakin menguat seiring meningkatnya mobilitas global dan kebutuhan akan kebijakan imigrasi yang adaptif.

“PNBP keimigrasian memiliki ruang tumbuh yang besar. Selama inovasi terus berjalan dan integritas tetap dijaga, imigrasi akan menjadi motor penting bagi keuangan negara sekaligus penggerak ekonomi nasional,” tutupnya.

About the Author

transindonesia.co

Administrator

transindonesia, berita indonesia, indonesia aktual, nusantara, metropolitan

Visit Website View All Posts

Post navigation

Previous: Digertak Iran, Dua Kapal Perang AS Kabur dari Selat Hormuz
Next: Ekonomi RI Memanas! Utang Luar Negeri Tembus 437 Miliar Dolar AS, Ada Apa?

Trans Stories

Paspor
2 minutes read

Isu Jutaan Data Paspor WNI Diretas, Kemenimipas: Sistem Aman, Masyarakat Jangan Panik

transindonesia.co 4 Mei 2026 0
Amien Rais
4 minutes read

Penjelasan Amien Rais soal Hubungan Prabowo dan Teddy

transindonesia.co 3 Mei 2026 0
Prabowo Lantik Menteri
2 minutes read

Presiden Prabowo Lantik Jajaran Menteri dan Kepala Badan Baru

transindonesia.co 27 April 2026 0

TransIndonesia

Abdullah Rasyid dkk
4 minutes read

Ketika Air Masih Jadi Halaman Belakang, Kota Air Indonesia Terus Tertinggal

transindonesia.co 6 Mei 2026 0
Kedai ADO
2 minutes read

Kapolda Sumsel Buka Kedai ADO ‘Rumah Ojol’ Presisi

transindonesia.co 6 Mei 2026 0
Bandara Hongkong
3 minutes read

Belajar dari China, Pariwisata Indonesia Butuh Ekosistem Bukan Hanya Bebas Visa

transindonesia.co 6 Mei 2026 0
Pusdiklat PB
3 minutes read

Kepala BNPB: Kalaksa BPBD Harus Terjun ke Lokasi Bencana

transindonesia.co 5 Mei 2026 0
  • Tentang Kami
  • Pedoman Siber
  • Disclaimer
  • TRANSMARITIM
  • TRANSTEKNO
  • TRANSSPORT
Copyright © 2026 All right Transindonesia.co | ReviewNews by AF themes.