Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo. Transindonesia.co / Humas Pemkab Tulungagung.
TRANSINDONESIA.co, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Operasi Tangkap Tangan (OTT) Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, Jumat (10/4/2026) malam, dalam operasi senyap di wilayah Jawa Timur tersebut, tim penyidik turut menciduk 12 pejabat lainnya untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut terkait dugaan tindak pidana korupsi.
“Benar (OTT Bupati Tulungagung),” kata Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto, Sabtu (11/4/2026).
Setelah menjalani serangkaian proses awal di daerah setempat, Gatut Sunu Wibowo langsung diterbangkan ke Jakarta. Bupati yang baru terpilih pada Pilkada 2024 tersebut tiba di Gedung Merah Putih KPK pada Sabtu (11/4) pagi untuk menjalani pemeriksaan intensif oleh tim penyidik.
“Pagi ini, tim membawa Bupati Tulungagung ke Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Bupati tiba di gedung KPK Merah Putih sekitar pukul 06.50 WIB, dan langsung dilakukan pemeriksaan intensif,” ujar Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo.
Hingga saat ini, lembaga antirasuah tersebut belum merinci secara detail mengenai konstruksi perkara, barang bukti yang diamankan, maupun identitas lengkap pihak-pihak lain yang terjaring. Sementara Bupati diperiksa di Jakarta, pihak terkait lainnya masih menjalani proses pemeriksaan di lokasi yang berbeda.
“Pihak-pihak lain yang terkait dengan perkara ini, proses pemeriksaan masih terus berlangsung di lokasi berbeda,” tambah Budi Prasetyo.
Sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku, KPK memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum dari para pihak yang diamankan dalam operasi tersebut. Penangkapan Gatut menambah panjang daftar kepala daerah di Jawa Timur yang terjerat kasus korupsi pada awal tahun ini, menyusul Bupati Ponorogo dan Wali Kota Madiun.
“KPK memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan nasib para pihak yang ditangkap dalam OTT,” tegas pihak internal KPK mengenai prosedur penetapan tersangka.
Diketauhi, Gatut Sunu Wibowo merupakan mantan Wakil Bupati Tulungagung periode 2019-2023 yang juga dikenal sebagai pengusaha toko bangunan. Sebelum memenangkan Pilkada 2024, ia sempat menjadi sorotan publik karena berpindah haluan politik dari kader PDIP menjadi anggota Partai Gerindra. [met]







