Tim gabungan berjibaku mencari korban tertimbun longsor, akibat penambangan liar yang berada di Kabupaten Nias Selatan, Sumatra Utara, Kamis (9/4/2026). Transindonesia.co / BPBD Nias Selatan
TRANSINDONESIA.co, JAKARTA – Bencana tanah longsor melanda area penambangan batu mengakibatkan satu orang warga meninggal dunia tertimbun material longsor saat sedang beraktivitas, di Desa Bawolowalani, Kecamatan Teluk, Kabupaten Nias Selatan (Nisel), Sumatera Utara pada Kamis (9/4/2026).
“Peristiwa ini menyebabkan satu orang meninggal dunia dan korban telah dievakuasi ke rumah sakit oleh tim gabungan di lapangan,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangan resminya diterima redaksi, Jumat (10/4/2026).
BPBD Kabupaten Nias Selatan melaporkan evakuasi dilakukan segera setelah kejadian berlangsung. Selain korban jiwa, tim di lapangan terus melakukan pemantauan terhadap potensi longsor susulan, mengingat intensitas hujan yang masih fluktuatif di wilayah Sumatera Utara dalam beberapa hari terakhir.
“Kami mencatat sejumlah kejadian bencana dalam periode pemantauan 9 hingga 10 April 2026, di mana kejadian di Nias Selatan menjadi salah satu perhatian utama karena menimbulkan korban jiwa,” lanjut Muhari.
Selain di Sumatera Utara, longsor juga terjadi di Sumedang, Jawa Barat, menewaskan satu orang, serta banjir besar di Kabupaten Bandung yang merendam lebih dari seribu rumah.
“Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk dua hari ke depan, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpotensi terjadi di wilayah Sumatera dan beberapa titik lainnya di Indonesia,” tambah Abdul Muhari.
Menanggapi situasi ini, BNPB menginstruksikan pemerintah daerah di Sumatera Utara untuk memperkuat sistem peringatan dini. Masyarakat yang bermukim di dekat lereng atau area pertambangan diminta segera melakukan evakuasi mandiri jika terjadi hujan deras dengan durasi lebih dari satu jam.
“Warga di wilayah perbukitan atau lereng diminta mewaspadai retakan tanah dan menjauhi area tebing yang berpotensi longsor guna meminimalkan risiko jatuhnya korban lebih lanjut,” tegasnya.
Hingga saat ini, BNPB bersama BPBD setempat masih terus memastikan kesiapan personel dan logistik di titik-titik rawan bencana demi mengantisipasi dampak cuaca ekstrem yang diprediksi masih akan berlangsung di pertengahan April ini. [man]







