Skip to content
10 Mei 2026
  • TRANSMARITIM
  • TRANSTEKNO
  • TRANSSPORT
cropped-trans_logo-e1607181917765-1.png

Indonesia Berdakwah

Primary Menu
  • TRANS DAKWAH
  • TRANS METROPOLITAN
  • TRANSPOLHUKAM
  • TRANSDUNIA
  • TRANSBISNIS
  • TRANSSPORTS
  • TRANSTEKNO
  • TRANSMARITIM
  • TRANSSUMATERA
  • TRANSJAWA
  • TRANS BALI
  • TRANSNUSA
  • TRANSKALIMANTAN
  • TRANSSULAWESI
  • TRANSMALUKU
  • TRANSPAPUA
Light/Dark Button
  • Home
  • 2026
  • Februari
  • 19
  • Menkeu Purbaya Kritik Bank Syariah: Biaya Lebih Mahal dan Belum Sesuai Prinsip

Menkeu Purbaya Kritik Bank Syariah: Biaya Lebih Mahal dan Belum Sesuai Prinsip

transindonesia.co 19 Februari 2026 2 minutes read 0 comments
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa.

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. Transindonesia.co /Dokumentasi

TRANSINDONESIA.CO, JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melontarkan kritik tajam terhadap industri perbankan syariah di Indonesia. Ia menyoroti biaya layanan bank syariah yang cenderung lebih mahal dibandingkan bank konvensional, sehingga belum memberikan keunggulan kompetitif yang nyata bagi masyarakat luas.

“Kalau saya tanya ke pelaku bisnis, lebih mahal atau lebih murah? Rata-rata lebih mahal. Bahkan lebih menyulitkan. Jadi bukan itu yang diinginkan dari ekonomi berbasis syariah,” ujar Purbaya dalam forum ekonomi syariah di Jakarta, Rabu (18/2/2026).

Purbaya menilai praktik perbankan syariah saat ini masih sebatas penggunaan istilah tanpa menjalankan prinsip syariah secara substansial. Menurutnya, esensi ekonomi syariah bukan sekadar mengganti bunga dengan terminologi lain, melainkan memastikan sistem keuangan berjalan adil, efisien, dan mendukung kegiatan produktif.

“Jadi kita mesti berhitung ulang tentang cara kita menjalankan praktik-praktik syariah di bank-bank syariah juga,” tegasnya.

Lebih lanjut, Menkeu menyayangkan ketidakmampuan bank syariah dalam memanfaatkan basis pasar domestik Indonesia yang merupakan populasi Muslim terbesar di dunia.

Purbaya mencontohkan sistem perbankan di Jerman yang justru dinilai lebih menerapkan prinsip serupa syariah dengan biaya pinjaman rendah dan fokus pada keberlanjutan ekonomi.

“Ekonomi syariah adalah bagian dari strategi besar pembangunan sejajar dengan ekonomi hijau dan ekonomi digital. Bukan simbol, bukan retorika,” tambah Purbaya.

Merespons hal tersebut, Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) mengakui bahwa persoalan biaya merupakan “pekerjaan rumah” besar bagi industri.

Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah KNEKS, Sutan Emir Hidayat, menyatakan bahwa pihaknya tengah mendorong efisiensi melalui digitalisasi agar produk syariah lebih kompetitif.

“Persepsi bank syariah lebih mahal kita terus benahi. Industri sekarang fokus ke efisiensi, digitalisasi dan inovasi produk supaya lebih kompetitif. Dengan skala yang makin besar dan model bisnis yang makin matang, pricing ke depan akan makin bersaing,” jelas Sutan Emir.

KNEKS menjelaskan bahwa struktur industri yang belum sebesar perbankan konvensional sangat memengaruhi biaya dana (cost of fund).

Skala yang terbatas membuat ruang efisiensi belum optimal, terutama bagi pelaku UMKM yang sangat sensitif terhadap selisih margin pembiayaan dibandingkan dengan bunga konvensional. [met]

About the Author

transindonesia.co

Administrator

transindonesia, berita indonesia, indonesia aktual, nusantara, metropolitan

Visit Website View All Posts

Post navigation

Previous: DPR Kecam Penundaan Pesangon Merpati: Negara Harus Hadir, Jangan Hanya Beri Surat Utang
Next: Presiden Prabowo Soroti Pentingnya Stabilitas untuk Gaet Investasi AS di Business Summit

Trans Stories

Menteri Koperasi Ferry Juliantono
3 minutes read

INKOPASINDO dan KDMP, Jalan Merah Putih Ekonomi Rakyat

transindonesia.co 5 Mei 2026 0
Bank Indonesia
2 minutes read

Ekonomi RI Memanas! Utang Luar Negeri Tembus 437 Miliar Dolar AS, Ada Apa?

transindonesia.co 15 April 2026 0
Gedung BI
3 minutes read

Bank Indonesia Buka Rekrutmen Special Hire dan PKWT 2026, Cek Syarat dan Posisi di Sini

transindonesia.co 13 April 2026 0

TransIndonesia

Abdullah Rasyid dkk
4 minutes read

Ketika Air Masih Jadi Halaman Belakang, Kota Air Indonesia Terus Tertinggal

transindonesia.co 6 Mei 2026 0
Kedai ADO
2 minutes read

Kapolda Sumsel Buka Kedai ADO ‘Rumah Ojol’ Presisi

transindonesia.co 6 Mei 2026 0
Bandara Hongkong
3 minutes read

Belajar dari China, Pariwisata Indonesia Butuh Ekosistem Bukan Hanya Bebas Visa

transindonesia.co 6 Mei 2026 0
Pusdiklat PB
3 minutes read

Kepala BNPB: Kalaksa BPBD Harus Terjun ke Lokasi Bencana

transindonesia.co 5 Mei 2026 0
  • Tentang Kami
  • Pedoman Siber
  • Disclaimer
  • TRANSMARITIM
  • TRANSTEKNO
  • TRANSSPORT
Copyright © 2026 All right Transindonesia.co | ReviewNews by AF themes.