Longsor lereng Gunung Burangrang, Kampung Babakan Cibudah, Desa Pasir Langu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, pada Sabtu (24/1/2026) dini hari, Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi total 94 bodypack, seluruh korban yang masuk dalam daftar pencarian dinyatakan telah ditemukan pada hari ke-13, Kamis (5/2/2026). Transindonesia.co / Tim SAR
TRANSINDONESIA.CO | BANDUNG BARAT – Hari ke-13 pencarian, Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi total 94 bodypack atau kantong jenazah dari lokasi longsor lereng Gunung Burangrang di Kampung Babakan Cibudah, Desa Pasir Langu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, pada Kamis (5/2/2026), seluruh korban yang masuk dalam daftar pencarian dinyatakan telah ditemukan (nihil).
“Hingga hari ini, Kamis, 5 Februari 2026 pukul 17.30 WIB, total hasil Operasi SAR adalah 94 kantong jenazah ditemukan, dan data korban dalam pencarian sudah nihil,” ujar Sar Mission Coordinator (SMC) Bandung, Ade Dian Permana, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (5/2/2026).
Pada pencarian hari ke-13 ini, tim berhasil menemukan dua kantong jenazah tambahan. Penemuan pertama terjadi pada pukul 14.05 WIB di Worksite B2, disusul penemuan kedua pada pukul 15.27 WIB di Worksite A3. Kondisi cuaca yang cerah sepanjang hari sangat mendukung teknis pencarian di sektor-sektor dengan tingkat kesulitan tinggi.
“Faktor cuaca yang kondusif ini dimanfaatkan secara optimal, khususnya untuk pekerjaan teknis di sektor-sektor dengan tingkat kesulitan tinggi agar pelaksanaan lebih terarah kepada penemuan target,” jelas Ade Dian.
Terkait proses identifikasi, Tim DVI melaporkan bahwa hingga pukul 06.00 WIB tadi pagi, sebanyak 70 jiwa dari 73 kantong jenazah telah berhasil diidentifikasi.
Sementara itu, 19 kantong jenazah lainnya masih dalam proses identifikasi lanjutan oleh tim medis dan ahli forensik.
“Kami juga kembali melaksanakan konfirmasi data perkiraan posisi rumah dan korban kepada penyintas atau RT setempat pada area Worksite A2 dan B2 untuk memastikan data awal tetap akurat,” tambahnya.
Meski operasi telah memasuki masa yang cukup panjang, Tim SAR mulai melakukan penyesuaian jumlah personel dan alat utama secara adaptif. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari pengendalian operasi agar tetap efektif dan efisien tanpa mengurangi kualitas pencarian serta tetap mengutamakan keselamatan petugas di lapangan.
“Walaupun terdapat penyesuaian kekuatan, semangat, disiplin, dan koordinasi Tim SAR Gabungan tetap terjaga di bawah satu sistem komando sebagai bentuk komitmen negara,” tegas Ade Dian.
Operasi kemanusiaan yang dipicu bencana longsor pada Sabtu (24/1/2026) dini hari ini melibatkan berbagai unsur mulai dari TNI/Polri, Pemerintah Daerah, hingga relawan. Seluruh tahapan operasi dilaksanakan dengan penuh kehati-hatian dan tanggung jawab tinggi hingga mencapai tahap akhir pencarian.
“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh unsur Tim SAR Gabungan dan masyarakat yang terus mendukung, serta mohon doa agar setiap tahapan berjalan aman,” tutupnya. [arh]






