Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi 10 kantong jenazah korban longsor lereng Gunung Burangrang, pada hari kedelapan operasi pencarian di wilayah Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (31/1/2026). Transindonesia.co / Basarnas
TRANSINDONESIA.CO | BANDUNG BARAT – Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi 10 kantong jenazah (bodypack) pada hari kedelapan operasi pencarian korban tanah longsor lereng Gunung Burangrang, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (31/1/2026). Cuaca cerah yang menyelimuti lokasi dimanfaatkan secara maksimal oleh petugas untuk menyisir seluruh titik sektor pencarian hingga sore hari.
“Situasi cuaca yang relatif cerah dan stabil hari ini sangat mendukung pelaksanaan operasi di lapangan. Hal ini dimanfaatkan secara optimal oleh Tim SAR Gabungan untuk memaksimalkan kegiatan pencarian dan evakuasi korban di seluruh worksite yang telah ditetapkan,” ujar Kepala Kantor SAR Bandung selaku SAR Mission Coordinator, Ade Dian Permana, dalam keterangan tertulisnya diterima redaksi, Sabtu (31/1/2026).
Hingga pukul 16.55 WIB, total akumulasi korban yang berhasil dievakuasi mencapai 70 bodypack. Penemuan terbaru hari ini tersebar di beberapa titik, yakni dua jenazah di Worksite A1, empat di Worksite A2, satu di Worksite A3, satu di Worksite B1, dan dua jenazah di Worksite B2.
Berdasarkan data posko, saat ini masih terdapat perkiraan 10 jiwa yang dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian.
“Sepanjang hari ini, sejak pagi hingga sore, Tim SAR Gabungan menemukan dan mengevakuasi 10 bodypack yang tersebar di beberapa lokasi kerja. Dengan penambahan tersebut, total evakuasi berjumlah 70, sementara perkiraan 10 jiwa lainnya masih terus kami upayakan pencariannya,” lanjutnya.
Sementara itu, tim Disaster Victim Identification (DVI) terus bekerja cepat melakukan identifikasi terhadap temuan tersebut.
Hingga pukul 14.30 WIB, tercatat 52 korban telah berhasil teridentifikasi secara medis, sedangkan 16 kantong jenazah lainnya masih dalam proses pemeriksaan mendalam sesuai prosedur yang berlaku untuk memastikan identitas korban sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
“Hingga siang tadi, 52 korban dari 53 bodypack awal telah berhasil teridentifikasi, sementara 16 bodypack lainnya masih dalam proses identifikasi lanjutan oleh tim DVI sesuai prosedur yang berlaku,” jelas Ade Dian.
Operasi kemanusiaan ini melibatkan kolaborasi solid antara Basarnas, TNI, Polri, kementerian terkait, hingga relawan.
Meski medan di lereng Burangrang cukup menantang, semangat tim dilaporkan tetap tinggi dengan mengedepankan keselamatan personel sebagai prioritas utama dalam setiap pergerakan di zona bahaya.
“Semangat, soliditas, dan optimisme Tim SAR Gabungan tetap terjaga dengan baik. Harapan dan komitmen kami tetap sama, yaitu menemukan seluruh korban yang masih dalam pencarian dan menyerahkannya kepada keluarga dengan penuh penghormatan dan kemanusiaan,” pungkasnya. [arh]
