Skip to content
1 November 2026
  • TRANSMARITIM
  • Trans Tekno
  • TRANSSPORT
cropped-trans_logo-e1607181917765-1.png

Indonesia Berdakwah

Primary Menu
  • Trans Dakwah
  • Trans Metropolitan
  • Trans Polhukam
  • Trans Dunia
  • Trans Bisnis
  • Trans Sports
  • Trans Tekno
  • Trans Maritim
  • Trans Sumatera
  • Trans Jawa
  • Trans Bali
  • Trans Nusa
  • Trans Kalimantan
  • Trans Sulawesi
  • Trans Maluku
  • Trans Papua
Light/Dark Button
  • Home
  • 2026
  • Januari
  • 27
  • Pemkab Bekasi Stop Izin Pengembangan Perumahan Langganan Banjir

Pemkab Bekasi Stop Izin Pengembangan Perumahan Langganan Banjir

transindonesia.co 27 Januari 2026 (Last updated: 27 Januari 2026) 3 minutes read
Plt. Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja.

Plt. Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja. Transindonesia.co / Ist

TRANSINDONESIA.CO | BEKASI – Pemerintah Kabupaten Bekasi mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara seluruh izin pengembangan perumahan yang masih mengalami masalah banjir. Kebijakan ini berlaku bagi pengembang yang sudah mengantongi izin maupun yang belum, di mana mereka diwajibkan menuntaskan persoalan drainase sebelum melanjutkan pembangunan.

“Yang berizin saja, kalau perumahannya masih banjir, tidak boleh ada pengembangan dulu. Rapikan banjirnya dulu, baru izinnya bisa berjalan lagi. Apalagi yang tidak berizin,” tegas Plt. Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, Senin (26/1/2026).

Langkah drastis ini diambil menyusul data yang menunjukkan bahwa sekitar 85 persen kawasan perumahan di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat terdampak banjir. Tercatat sebanyak 216 titik genangan yang tersebar di 51 desa, yang disinyalir kuat akibat tata ruang yang tidak teratur dan pengembang yang mengabaikan daya dukung lingkungan.

“Kalau kita lihat, banjir ini pasti karena tata ruang. Ketika sungai Citarum dan CBL tinggi, wilayah perumahan langsung banjir. Ini berarti ada kesalahan dalam perencanaan tata ruang yang tidak diantisipasi sejak awal,” ujar Asep.

Sebagai bentuk penegakan komitmen, Pemkab Bekasi mulai memanggil para pengembang untuk dimintai pertanggungjawaban. Asep menekankan bahwa perumahan yang belum melakukan serah terima Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU) sepenuhnya masih menjadi beban pengembang, termasuk perbaikan infrastruktur akibat dampak banjir.

“Hari ini saya panggil beberapa pengembang. Saya sampaikan, tuntaskan dulu banjirnya. Tidak boleh mengembangkan rumah lagi sebelum banjir itu diselesaikan. Pemerintah tidak bisa menanggung kesalahan pembangunan yang tidak beres sejak awal,” jelasnya.

Kebijakan eksekutif ini mendapat dukungan penuh dari legislatif. Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, Budi Muhammad Mustofa, menyatakan bahwa penertiban pengembang sangat krusial, terutama bagi mereka yang menelantarkan kewajiban penyerahan fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos-fasum) kepada daerah.

“Hampir seluruh anggota DPRD turun langsung ke lapangan. Salah satu yang harus diusulkan ke depan adalah pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan, supaya perbaikan di satu titik tidak justru memindahkan banjir ke titik lain,” ujar Budi.

DPRD juga menyoroti banyaknya pengembang lama yang sudah tidak beroperasi namun belum menyerahkan aset fasos-fasum, sehingga masyarakat dirugikan karena pemerintah daerah tidak bisa mengintervensi pembangunan di wilayah tersebut secara legal.

“Kami arahkan RT dan RW untuk membuat surat kepada Bupati. Perumahan yang fasos-fasumnya belum diserahkan dan bahkan ditelantarkan, itu harus didata agar bisa ditindaklanjuti pembangunannya,” tambahnya.

Kedepannya, DPRD membuka peluang kolaborasi lintas komisi untuk memanggil pengembang yang membandel. Pengawasan ketat akan dilakukan untuk memastikan pembangunan di Kabupaten Bekasi berjalan adil, merata, dan tidak merugikan kepentingan masyarakat luas.

“Kami akan bahas di internal DPRD. Prinsipnya, pengembang harus bertanggung jawab dan pembangunan harus berpihak kepada kepentingan masyarakat,” kata Budi. [sfn]

About the Author

transindonesia.co

Administrator

transindonesia, berita indonesia, indonesia aktual, nusantara, metropolitan

Visit Website View All Posts

Post navigation

Previous: Tolak Di Bawah Kementerian, Kapolri Tegaskan Polri Langsung di Bawah Presiden
Next: Longsor Bandung Barat: Pakar ITB Jelaskan Mekanisme Aliran Lumpur dan Potensi Bahaya Susulan

Trans Stories

Eks Komandan Tim Cobra Kombes Arsal Sahban pimpin penyitaan 103 aset PT DSI di Sukoharjo

Bongkar Kasus PT DSI: Eks Komandan Tim Cobra Tegaskan Tak Ada Tempat Sembunyi Aset

transindonesia.co 31 Oktober 2026
Audiensi BKSAP DPR RI bersama MUI dan APCQP bahas penolakan konser Andrea Bocelli

DPR Minta Pemerintah Pertimbangkan Konser Andrea Bocelli Peta Kata Kunci & Metadata

transindonesia.co 30 Oktober 2026
Massa aksi mahasiswa dan masyarakat sipil menggelar demonstrasi #IndonesiaSadar di kawasan Bundaran HI Jakarta bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda

Amnesty International Soroti Aparat Larang Aksi Demo Mahasiswa di Bundaran HI

transindonesia.co 29 Oktober 2026

TransIndonesia

Eks Komandan Tim Cobra Kombes Arsal Sahban pimpin penyitaan 103 aset PT DSI di Sukoharjo

Bongkar Kasus PT DSI: Eks Komandan Tim Cobra Tegaskan Tak Ada Tempat Sembunyi Aset

transindonesia.co 31 Oktober 2026
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto berikan keterangan pers terkait putusan MA soal ijazah Gibran

Putusan MA Soal Ijazah Gibran, Hasto: Dorong Hak Angket dan Koreksi Rakyat

transindonesia.co 31 Oktober 2026
edi hasibuan

Survei Lemkapi Buktikan Harapan Besar Publik pada Kapolri Suyudi

transindonesia.co 31 Oktober 2026
Mahkamah Agung

Kasasi MA Nyatakan Suket Penyetaraan Ijazah SMA Gibran Tidak Sah

transindonesia.co 31 Oktober 2026
  • Tentang Kami
  • Pedoman Siber
  • Disclaimer
  • TRANSMARITIM
  • Trans Tekno
  • TRANSSPORT
Copyright © 2026 All right Transindonesia.co | ReviewNews by AF themes.