Ilustrasi - Foto: AI
TRANSINDONESIA.CO | JAKARTA – Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya berhasil mengungkap keberadaan clandestine laboratory atau laboratorium gelap produksi etomidate yang beroperasi di sebuah apartemen di wilayah Jakarta Utara. Pengungkapan ini merupakan hasil kolaborasi dengan pihak Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta.
Kabidhumas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Budi Hermanto, menjelaskan bahwa operasi dimulai pada Jumat (9/1/2025). Tim Subdit 2 Ditresnarkoba melakukan teknik controlled delivery terhadap paket mencurigakan yang dikirim melalui jasa ekspedisi menuju apartemen tersebut. Dalam aksi tersebut, polisi mengamankan seorang pria berinisial DJ di lobi apartemen.
“Dari penggeledahan unit apartemen tersangka, polisi menemukan satu paket narkotika jenis etomidate seberat bruto 100 gram serta berbagai peralatan yang diduga digunakan untuk kegiatan produksi narkotika. Barang bukti yang diamankan antara lain tabung laboratorium, alat suntik, timbangan digital, alat aduk kaca, bahan kimia, dan perlengkapan pendukung lainnya,” ujar Budi Hermanto dalam keterangannya, Rabu (14/1/2026).
Penyelidikan tidak berhenti di situ. Pada Sabtu (10/1/2026), petugas melakukan pengembangan ke Bandara Soekarno-Hatta dan berhasil menangkap seorang warga negara asing (WNA) asal Tiongkok berinisial HW di Terminal 2F.
Dari tangan HW, polisi menyita plastik kemasan yang rencananya akan digunakan sebagai pembungkus cartridge vape berisi cairan etomidate. Budi mengungkapkan bahwa jaringan ini dikendalikan oleh seseorang yang berada di luar negeri.
“Dari hasil penyelidikan sementara, diketahui bahwa kedua pelaku ini dikendalikan oleh seorang pengendali berinisial C yang saat ini berstatus DPO dan berada di luar negeri,” kata Budi.
Berdasarkan perhitungan penyidik, bahan baku yang berhasil disita diperkirakan dapat diolah menjadi sekitar 30 liter cairan, atau setara dengan 15.000 unit cartridge vape etomidate siap edar.
Budi menegaskan bahwa keberhasilan pengungkapan laboratorium gelap ini secara tidak langsung telah menyelamatkan ribuan orang dari jerat narkotika jenis baru tersebut.
“Pengungkapan ini berpotensi menyelamatkan sekitar 15.000 jiwa dari bahaya penyalahgunaan narkotika,” tegasnya.
Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat untuk terus waspada dan aktif melaporkan setiap aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar, terutama di area hunian vertikal, demi memutus rantai peredaran narkoba di ibu kota. [mil/zul]





