Petugas BPBD Kab. Sekadau, Kalimantan Barat, melakukan pendataan dan pemantauan di lokasi terdampak banjir dan longsor. Tercatat ribuan KK terdampak akibat cuaca ekstrem ini. Petugas terus berkoordinasi di lapangan untuk percepatan penanganan, Kamis (8/1/2026). TransIndonesia.co / BPBD Sekadau
TRANSINDONESIA.co – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan rentetan bencana hidrometeorologi basah berupa banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia sejak 8 hingga 9 Januari 2026. Berdasarkan pantauan Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) BNPB, wilayah yang terdampak cukup parah meliputi Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, serta Kabupaten Melawi dan Sekadau, Kalimantan Barat.
“Peristiwa bencana yang tercatat masih didominasi oleh jenis bencana hidrometeorologi basah, seperti banjir dan tanah longsor di beberapa titik pantauan,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangannya, Jumat (9/1/2026).
Di Kabupaten Halmahera Utara, bencana yang terjadi pada Rabu (7/1) malam mengakibatkan satu orang warga meninggal dunia. Sebanyak 22 desa di lima kecamatan terdampak dengan kerusakan infrastruktur yang masif, termasuk 1.216 unit rumah terendam dan 20 rumah rusak berat. Sebanyak 282 jiwa di Desa Togawa terpaksa mengungsi secara mandiri ke rumah kerabat dan pasar desa.
“Petugas di lapangan mengalami kendala dalam melakukan penanganan darurat dikarenakan beberapa akses jembatan terputus, antara lain jembatan yang menghubungkan Desa Posiposi dan Desa Tate,” lapor Pusdalops BPBD Halmahera Utara.
Akibat terputusnya akses darat dan kendala cuaca buruk di jalur laut, petugas harus menggunakan rakit untuk menembus desa-desa terdampak guna menyalurkan bantuan dan melakukan koordinasi dengan TNI, Polri, serta dinas sosial setempat.
“Petugas berupaya menembus akses yang terputus menuju desa-desa terdampak dengan menggunakan rakit untuk percepatan penanganan,” tambah Abdul Muhari dalam laporannya.
Sementara itu, di Provinsi Kalimantan Barat, banjir besar merendam Kabupaten Melawi dan Kabupaten Sekadau. Di Melawi, 14 desa di empat kecamatan terdampak dengan total 1.027 KK yang masih dalam pendataan. Akses menuju Desa Bemban Permai dilaporkan masih terputus total hingga Kamis (8/1/2026) sore.
“BPBD Kabupaten Melawi melakukan kaji cepat dan berkoordinasi dengan sektor terkait untuk percepatan penanganan bencana di wilayah terdampak,” tegas pihak BNPB.
Kondisi serupa terjadi di Kabupaten Sekadau, di mana 11 desa di Kecamatan Nanga Taman dan Nanga Mahap terendam banjir dengan ketinggian mencapai 2 meter. Sebanyak 11.583 jiwa terdampak dalam peristiwa yang dipicu oleh hujan deras tersebut. Meski sebagian warga bertahan di rumah, akses transportasi darat lumpuh total akibat jembatan dan jalan yang terendam.
“Beberapa akses jalan dan jembatan juga tidak dapat dilalui akibat terendam banjir dengan tinggi muka air bervariasi antara 0,5 hingga 2 meter,” tutup laporan resmi tersebut. [sda]
