Skip to content
1 Mei 2026
  • TRANSMARITIM
  • TRANSTEKNO
  • TRANSSPORT
cropped-trans_logo-e1607181917765-1.png

Indonesia Berdakwah

Primary Menu
  • TRANS DAKWAH
  • TRANS METROPOLITAN
  • TRANSPOLHUKAM
  • TRANSDUNIA
  • TRANSBISNIS
  • TRANSSPORTS
  • TRANSTEKNO
  • TRANSMARITIM
  • TRANSSUMATERA
  • TRANSJAWA
  • TRANS BALI
  • TRANSNUSA
  • TRANSKALIMANTAN
  • TRANSSULAWESI
  • TRANSMALUKU
  • TRANSPAPUA
Light/Dark Button
  • Home
  • 2026
  • Januari
  • 6
  • Update Banjir Bandang Sitaro: 16 Orang Meninggal Dunia, Pencarian Korban Hilang Terus Dipacu

Update Banjir Bandang Sitaro: 16 Orang Meninggal Dunia, Pencarian Korban Hilang Terus Dipacu

transindonesia.co 6 Januari 2026 3 minutes read 0 comments
Banjir Bandang Sitaro

Diterjang material batu-batuan saat banjir bandang menerjang tiga kecamatan di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, Senin (5/1/2026) dinihari. TranIndonesia.co / Dok. BPBD Kabupaten Kepulauan Sitaro

TranIndonesia.co | Jakarta : Tragedi banjir bandang yang menghantam Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, pada Senin (5/1/2026) dini hari, membawa duka mendalam. Hingga Selasa (6/1/2025) siang, tercatat korban meninggal dunia telah mencapai 16 orang, sementara pencarian terhadap warga yang hilang terus dipacu di tengah medan yang sulit.

“Kami sangat berduka atas musibah ini. Fokus utama tim gabungan saat ini adalah percepatan pencarian tiga warga yang masih hilang serta memastikan evakuasi ratusan pengungsi berjalan lancar ke titik aman,” ungkap Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangan tertulisnya diterima redaksi, Selasa (6/1/2026).

Data terbaru menunjukkan bahwa dari 16 korban jiwa, lima di antaranya sudah berhasil diidentifikasi. Selain korban meninggal, sebanyak 22 warga dilaporkan luka-luka dan sedang menjalani perawatan di puskesmas, sementara dua korban dengan kondisi berat telah dirujuk ke rumah sakit di Manado. Sebanyak 682 jiwa kini terpaksa bertahan di pengungsian.

“Identifikasi korban terus dilakukan secara intensif. Kami juga memberikan perhatian khusus pada dua korban luka berat yang dirujuk ke Manado agar mendapatkan penanganan medis yang optimal,” jelas Abdul Muhari menambahkan terkait penanganan korban luka.

Bencana ini dipicu oleh hujan ekstrem yang mengguyur sejak dini hari, hingga puncaknya pada pukul 02.30 WITA, sungai meluap dan menghanyutkan material lumpur serta bebatuan. Empat kecamatan, yakni Siau Timur, Siau Tengah, Siau Barat, dan Siau Barat Selatan, menjadi wilayah yang terdampak paling parah.

“Aliran air sungai meluap secara tiba-tiba saat sebagian besar warga masih tertidur. Intensitas hujan yang sangat tinggi memicu debit air melampaui kapasitas sungai, sehingga melibas permukiman di sekitarnya,” tuturnya menggambarkan situasi saat kejadian.

Dampak kerusakan infrastruktur pun cukup masif. Laporan sementara menyebutkan tujuh rumah hanyut terbawa arus, 29 unit rusak berat, dan 112 unit mengalami kerusakan ringan. Selain rumah warga, akses jalan antar-kecamatan terputus, serta beberapa bangunan kantor pemerintah ikut terdampak terjangan banjir.

“Pendataan kerugian materiil masih bersifat dinamis. Petugas di lapangan saat ini sedang berjibaku menembus akses jalan yang terputus untuk menjangkau desa-desa yang masih terisolasi guna memastikan bantuan sampai,” kata Abdul Muhari.

Merespons skala bencana tersebut, Pemerintah Daerah telah resmi menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi selama 14 hari, terhitung sejak 5 Januari hingga 18 Januari 2026. Keputusan ini diambil melalui Keputusan Bupati Sitaro Nomor 1 Tahun 2026 guna mempercepat mobilisasi sumber daya dan bantuan.

“Status Tanggap Darurat ini menjadi payung hukum bagi kami untuk mempercepat segala proses administrasi dan logistik dalam penanganan bencana ini secara komprehensif selama dua minggu ke depan,” tegasnya.

Saat ini, personel gabungan dari BPBD, Basarnas, TNI/Polri, serta relawan terus melakukan pencarian di sepanjang aliran sungai dan titik longsoran. BNPB juga mengimbau warga di Sulawesi Utara untuk tetap waspada mengingat potensi cuaca ekstrem masih mengancam dalam beberapa hari ke depan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti arahan petugas di lapangan. Cuaca masih sangat fluktuatif, keselamatan jiwa adalah prioritas utama kami saat ini,” pungkas Abdul Muhari. [man]

About the Author

transindonesia.co

Administrator

transindonesia, berita indonesia, indonesia aktual, nusantara, metropolitan

Visit Website View All Posts

Post navigation

Previous: Implementasi KUHP 2026, Kemenimipas: 968 Lokasi Pidana Kerja Sosial Siap Operasional
Next: Kapolda Metro Jaya Buka Pendidikan Bintara Polri Gelombang I TA 2026, 2.906 Siswa Mulai Digembleng

Trans Stories

Gempa Ternate
2 minutes read

Gempa M 7,6 Guncang Sulut dan Maluku Utara, Satu Warga Manado Tewas Tertimbun Reruntuhan

transindonesia.co 2 April 2026 0
Belajar Sekolah Tatap Muka
2 minutes read

Mendikdasmen Batalkan Opsi Sekolah Daring, Belajar Tetap di Kelas

transindonesia.co 26 Maret 2026 0
Logo BMKG
2 minutes read

Cuaca Ekstrem Lebaran 2 dan 3 Berpotensi dari Jawa hingga Papua

transindonesia.co 22 Maret 2026 0

TransIndonesia

Pengukuhan Guru Besar FTUI Prof. Bambang Priyono
4 minutes read

Pengukuhan Guru Besar FTUI Prof. Bambang Priyono: Biomassa Sebagai Material Peningkat Performa Elektroda Baterai

transindonesia.co 30 April 2026 0
Syahrir May Day 2026
2 minutes read

May Day 2026: Menjadikan Jawa Barat Rumah Buruh Manusiawi

transindonesia.co 30 April 2026 0
Jet Tempur Iran
2 minutes read

AS Makin Dipermalukan, Pangkalan di Kuwait Hancur Dibom Jet Tua Iran

transindonesia.co 30 April 2026 0
Fenomena Eks-Scammer Kamboja: Tantangan Imigrasi dan Ketenagakerjaan di Indonesia
4 minutes read

Menyambut Fajar Baru Layanan Publik: “All Indonesia” sebagai Jembatan Peradaban

transindonesia.co 30 April 2026 0
  • Tentang Kami
  • Pedoman Siber
  • Disclaimer
  • TRANSMARITIM
  • TRANSTEKNO
  • TRANSSPORT
Copyright © 2026 All right Transindonesia.co | ReviewNews by AF themes.