Presiden Somalia Hassan Sheikh Mohamud. Antara.
TRANSINDONESIA.co | JAKARTA – Presiden Somalia Hassan Sheikh Mohamud mengatakan negaranya tidak menginginkan kehadiran Israel di Somaliland dan memperingatkan bahwa pengakuan Tel Aviv terhadap wilayah yang memisahkan diri itu berisiko menyeret konflik Israel ke kawasan Tanduk Afrika.
“Kami tidak pernah menyerang Israel. Kami tidak pernah menciptakan masalah bagi Israel. Kami tidak ingin Israel datang kepada kami dan membawa masalah mereka ke kami,” kata Mohamud dalam wawancara eksklusif dengan penyiar nasional Turki, TRT World, sebagaimana dikutip Anadolu pada Rabu (31/12/2025).
Mohamud menyebut langkah Israel tersebut sebagai situasi yang sangat menyedihkan dan menegaskan pentingnya penghormatan terhadap hukum internasional.
Menurut dia, tindakan Israel baru-baru ini tidak sejalan maupun sesuai dengan hukum internasional, seraya menunjuk pada situasi di Gaza dan sejarah panjang konflik di Timur Tengah.
“Sangat menyedihkan bahwa sekarang hal itu dipindahkan ke Somalia,” ucapnya.
Lebih lanjut, Mohamud mengatakan Somalia telah melibatkan komunitas internasional, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Uni Afrika, Otoritas Antar Pemerintah untuk Pembangunan (Intergovernmental Authority on Development/IGAD), Komunitas Afrika Timur, Liga Arab, dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).
Menurutnya, lembaga-lembaga tersebut secara kolektif mendukung Somalia dan secara terbuka menegaskan dukungan terhadap kedaulatan serta keutuhan wilayah Somalia.
Mohamud menambahkan bahwa wilayah utara Somalia telah lama menghadapi tantangan separatisme dan upaya pemisahan diri, namun pemerintah pusat selalu berusaha menyelesaikan perbedaan secara damai.
“Pemerintah Somalia tidak pernah mencoba memaksakan kehendak, berperang, atau bahkan menggunakan tekanan diplomatik terhadap pihak-pihak tersebut,” tegasnya.
Mohamud juga menyampaikan bahwa Turki telah berupaya memediasi Somaliland dan Somalia, termasuk dengan menggelar pertemuan pada 2015 serta mempertahankan perwakilan di Hargeisa untuk melanjutkan dialog.
Ankara, menurut Mohamud, secara konsisten berdiri bersama Somalia dan terus mendukung persatuan serta kedaulatan negara itu di masa-masa sulit.
Ia menambahkan bahwa Turki memiliki tradisi untuk selalu berdiri bersama pihak-pihak yang mengalami ketidakadilan. [ant]
Sumber: Anadolu
