Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Megawati Soekarnoputri saat acara penyerahan duplikat bendera pusaka kepada seluruh gubernur se-Indonesia di Balai Samudra, Jakarta, Senin (5/8/2024). [Transindonesia.co /Ist]
TRANSINDONESIA.co | JAKARTA – Kasus dugaan hoaks terkait ijazah palsu Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, kembali memanas setelah sejumlah pihak mulai menyeret nama Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri.
Menanggapi hal tersebut, DPP PDI Perjuangan menegaskan bahwa pencatutan nama pimpinan mereka adalah upaya provokasi yang tidak berdasar.
“Sangat jelas kelompok dan orang yang meributkan soal ijazah itu adalah kelompok dan orang yang berseberangan dengan yang dituduh memakai ijazah palsu sejak pemilu 2014,” kata Ketua DPP PDIP Deddy Sitorus kepada wartawan di Jakarta, Kamis (1/1/2026).
PDIP menilai bahwa persoalan ijazah ini merupakan isu lama yang terus diproduksi ulang sebagai komoditas politik untuk menyerang pihak tertentu.
Deddy Sitorus menekankan bahwa polemik ini seharusnya diselesaikan melalui mekanisme hukum yang sah dan mengedepankan etika politik, bukan melalui opini liar yang merusak tatanan demokrasi.
“Langkah hukum merupakan jalan terbaik untuk membuktikan kebenaran sekaligus memberikan efek jera kepada pihak-pihak yang menyebarkan tuduhan tanpa dasar yang kuat,” tegas Deddy.
Lebih lanjut, PDIP memastikan bahwa menyeret nama Megawati ke dalam pusaran isu ini adalah tindakan yang salah alamat.
Deddy menggambarkan sosok Megawati sebagai seorang pemimpin berjiwa ksatria yang selalu mengedepankan cara-cara terhormat dalam berpolitik, dan mustahil menggunakan strategi kotor untuk menjatuhkan lawan politiknya.
“Bukan jalan pengecut, meminjam tangan atau mulut orang untuk menyerang pihak lain. Itu tabiat pengecut,” ungkap Deddy menyindir pihak-pihak yang mencoba memancing di air keruh.
Dengan adanya penegasan ini, PDIP berharap masyarakat tidak terjebak dalam narasi hoaks yang menyesatkan. Partai berlambang banteng moncong putih tersebut menyatakan akan terus mengawal kehormatan partai dan para tokohnya dari segala bentuk fitnah dan upaya delegitimasi. [met]
