Skip to content
19 Januari 2026
  • TRANSMARITIM
  • TRANSTEKNO
  • TRANSSPORT
Transindonesia.co

Transindonesia.co

INDONESIA BERDAKWAH

Primary Menu
  • TRANSDAKWAH
  • TRANSMETRO
  • TRANSPOLHUKAM
  • TRANSDUNIA
  • TRANSBISNIS
  • TRANSSPORTS
  • TRANSTEKNO
  • TRANSMARITIM
  • TRANSSUMATERA
  • TRANSJAWA
  • TRANSBALI
  • TRANSNUSA
  • TRANSKALIMANTAN
  • TRANSSULAWESI
  • TRANSMALUKU
  • TRANSPAPUA
Light/Dark Button
  • Home
  • 2025
  • Desember
  • 30
  • Literasi Sebagai Kunci Pendidikan yang Berkelanjutan: Perisai Intelektual di Era Disrupsi

Literasi Sebagai Kunci Pendidikan yang Berkelanjutan: Perisai Intelektual di Era Disrupsi

transindonesia.co 30 Desember 2025 3 minutes read 0 comments
Syahrir Literasi

TRANSINDONESIA.co | Oleh: H. Syahrir, SE, M.I, POL.

PENDIDIKAN yang berkelanjutan (sustainable education) bukan sekadar durasi waktu di bangku sekolah, melainkan tentang kemampuan individu untuk terus bertumbuh, beradaptasi, dan berdaya guna sepanjang hayat.

Di tengah arus informasi yang tak terbendung, literasi hadir bukan lagi sebagai kemampuan teknis membaca dan menulis semata, melainkan sebagai kompetensi hidup menentukan kualitas masa depan suatu bangsa.

Literasi adalah jantung pendidikan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.

DIMENSI LITERASI

Untuk memperkuat dimensi literasi ada enam pilar strategis pondasi utama pendidikan berkelanjutan:

I. Literasi Membaca dan Menulis: Gerbang Konseptual 

Literasi dasar sebagai fondasi dari seluruh piramida pembelajaran. Berdasarkan data PISA (Programme for International Student Assessment), kemampuan literasi membaca tidak hanya mengukur kefasihan, tetapi juga kemampuan mengevaluasi dan merefleksikan informasi.

Dampak; Membantu siswa beralih dari sekadar menghafal (rote learning) menuju pemahaman konseptual.

Keberlanjutan; Menumbuhkan kegemaran belajar secara mandiri (self-directed learning)

II. Literasi Numerasi: Logika di Balik Data

Numerasi bukan sekadar matematika teoritis, melainkan kemampuan mengaplikasikan konsep bilangan dan simbol dalam situasi praktis.

Dampak; Membekali individu dengan kemampuan berpikir logis dan sistematis dalam pengambilan keputusan berbasis data.

Keberlanjutan; Mendukung penguasaan bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) yang menjadi tulang punggung ekonomi masa depan.

III. Literasi Digital: Navigasi di Era Kecerdasan Buatan (AI)

Di era informasi dan hoaks tumpang tindih, literasi digital menjadi “perisai” intelektual. Hal ini mencakup etika berkomunikasi di ruang siber dan kecerdasan dalam memanfaatkan teknologi.

Dampak; Mengubah pengguna teknologi dari sekadar konsumen menjadi kreator yang bertanggung jawab.

Keberlanjutan; Memastikan relevansi sumber daya manusia di pasar kerja yang kian terdigitalisasi.

IV. Literasi Sains: Berpikir Kritis Berbasis Bukti

Literasi sains memungkinkan seseorang memahami fenomena alam dan implikasi aktivitas manusia terhadap lingkungan.

Dampak; Membentuk pola pikir kritis (objektif) dan kepedulian terhadap isu global seperti perubahan iklim.

Keberlanjutan; Mendukung target pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals) melalui gaya hidup yang ramah lingkungan.

V. Literasi Finansial: Pilar Kesejahteraan dan Kemandirian

Kemampuan mengelola sumber daya ekonomi sangat krusial untuk mencegah kerentanan finansial di masa depan.

Dampak; Mengajarkan manajemen risiko, investasi, dan perencanaan keuangan jangka panjang.

Keberlanjutan; Menciptakan masyarakat yang tangguh secara ekonomi dan mampu berkontribusi pada stabilitas nasional.

VI. Literasi Budaya dan Kewargaan: Perekat Keberagaman

Sebagai bangsa yang majemuk, literasi budaya adalah kunci untuk menjaga kohesi sosial. Ini mencakup pemahaman akan hak, kewajiban, dan identitas sebagai warga negara.

Dampak; Menumbuhkan toleransi, etika, dan empati di tengah perbedaan.

Keberlanjutan; Menjamin terciptanya masyarakat yang harmonis, stabil, dan demokratis.

Dari enam dimensi literasi di atas, bukan sekedar mencetak lulusan yang siap kerja, tetapi juga warga negara yang siap hidup, berkontribusi, dan menjaga keberlanjutan peradaban.

Hal utama yang harus kita sadari bersama adalah bahwa literasi bukan sekadar soal melek huruf. Literasi adalah instrumen pemberdayaan yang membekali seseorang agar mampu terus belajar (re-learn), meninggalkan cara lama (unlearn), dan beradaptasi dengan perubahan zaman.

Di tengah ancaman polarisasi, literasi budaya adalah perekat. Ini adalah kemampuan untuk menghargai keberagaman sebagai kekuatan, bukan ancaman.

Esensi literasi adalah membentuk karakter, etika, dan tanggung jawab sosial sebagai warga dunia (global citizen). Karena, literasi adalah investasi bukan biaya.

PENUTUP

Hal utama yang harus kita garis bawahi adalah, literasi bukan cuma soal bisa membaca, tapi membekali seseorang agar terus belajar, beradaptasi, dan berkontribusi sepanjang hidup.

Pendidikan berkelanjutan hanya akan terwujud jika setiap individu memiliki kunci literasi yang kuat. Sebagai bagian dari Gerakan Literasi Nasional (GLN), kita memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan literasi menjadi denyut nadi di setiap ruang kelas, perpustakaan, hingga pelosok desa.

DPP Gerakan Literasi Nasional (GLN) mengajak kita menjadikan literasi sebagai gaya hidup, demi masa depan Indonesia yang lebih cerdas dan berdaya.

“Buka lembaran baru, perkaya ilmu, perkuat literasi. Selamat Tahun Baru!”

Penulis: Ketua DPP Dewan Pembina Literasi GLN.

About the Author

transindonesia.co

Administrator

transindonesia, berita indonesia, indonesia aktual, nusantara, metropolitan

Visit Website View All Posts

Post navigation

Previous: Gunakan Alat Berat Kapolri, Personel Polres Pidie dan Warga Bersihkan Lumpur Sisa Banjir
Next: Polda Jatim Tetapkan Dua Tersangka Pengusiran Nenek Elina di Surabaya

Trans Stories

Guru Besar
2 minutes read

Presiden Prabowo Ajak Akademisi Refleksikan Kontribusi Nyata bagi Bangsa

transindonesia.co 16 Januari 2026 0
Menteri Brian Yuliarto
2 minutes read

Taklimat Presiden 2026: Presiden Prabowo Dorong Kampus Jadi Lokomotif Kemandirian Nasional

transindonesia.co 16 Januari 2026 0
Dinosaurus
2 minutes read

Tujuh Dinosaurus Menguasai Bumi Paling Mengerikan

transindonesia.co 13 Januari 2026 0

TransIndonesia

Profesor sekaligus dosen pengajar bidang gender, seksualitas, dan pendidikan Universitas Sydney, Victoria Rawlings
2 minutes read

Pakar Universitas Sydney, “Listen to Know” Kunci Cegah Kekerasan Seksual di Sekolah

transindonesia.co 19 Januari 2026 0
Tarif Donald Trump
1 minute read

Negara-negara Eropa: Ancaman Tarif AS Rusak Hubungan Transatlantik

transindonesia.co 19 Januari 2026 0
Galeri Rasullullah
2 minutes read

Galeri Rasulullah Hadirkan Edukasi Sejarah Islam dan Moderasi Beragama di Masjid Aljabar

transindonesia.co 18 Januari 2026 0
Sobat Bang Syahrir
2 minutes read

Bekasi Terendam, Tim Sobat Bang Syahrir Peduli Distribusikan Bantuan

transindonesia.co 18 Januari 2026 0
  • Tentang Kami
  • Pedoman Siber
  • Disclaimer
  • TRANSMARITIM
  • TRANSTEKNO
  • TRANSSPORT
Copyright © 2026 All right Transindonesia.co | ReviewNews by AF themes.