Ilustrasi narkotika jenis sabu-sabu.[Dokumentasi]
TRANSINDONESIA.co | MEDAN – Unit Reskrim Polsek Medan Sunggal melakukan tindakan tegas dengan menggerebek dan membakar sebuah gubuk yang diduga kuat menjadi sarang penyalahgunaan narkoba di Jalan Setia Budi, Lingkungan X, Gang Famili, Kecamatan Medan Sunggal,Kota Medan, Sumatra Utara, Sabtu (27/12/2025).
Penggerebekan tersebut dipimpin langsung oleh Kanit Reskrim Polsek Sunggal, AKP Harles Richter Gultom, didampingi Panit 1 Opsnal Iptu Rahmadhani Bim Setiadi.
Selain menyasar gubuk liar, petugas juga menggeledah sebuah rumah yang dicurigai sebagai tempat tinggal bandar narkoba di kawasan tersebut.
Meski telah menyisir seluruh titik lokasi, petugas tidak berhasil menemukan barang bukti narkotika dalam jumlah besar. Di lokasi penggerebekan, polisi hanya menemukan sejumlah barang bukti pendukung yang menguatkan adanya aktivitas ilegal.
“Di lokasi, petugas hanya mengamankan barang bukti berupa plastik klip kosong serta alat hisap sabu atau bong,” ujar Kasi Humas Polsek Sunggal, Aiptu Sri Rahayu Lubis, dikutip dalam keterangannya, Ahad (28/12/2025).
Sebagai langkah preventif agar lokasi tersebut tidak kembali disalahgunakan, petugas memutuskan untuk merobohkan dan membakar gubuk yang kerap dijadikan tempat mengonsumsi barang haram tersebut.
Aiptu Sri Rahayu menambahkan bahwa operasi ini merupakan bentuk respons cepat kepolisian terhadap laporan masyarakat yang sempat viral di media sosial. Warga merasa resah dengan aktivitas di Gang Famili yang ditengarai menjadi basis peredaran narkoba.
“Penindakan ini dilakukan atas dasar laporan masyarakat yang sempat viral. Kami berkomitmen untuk memberantas peredaran narkoba di wilayah hukum Polsek Sunggal,” tegasnya.
Bocor Sebelum Digerebek
Sementara itu, pantauan di lapangan menunjukkan adanya dugaan bahwa informasi penggerebekan telah bocor. Beberapa warga setempat berpendapat bahwa para pelaku sudah terlebih dahulu mengamankan barang bukti sebelum polisi tiba di lokasi.
“Sepertinya sudah bocor, karena sudah telanjur viral duluan di medsos. Jadi saat polisi datang, barang bukti utamanya sudah tidak ada lagi, mereka (pelaku) sudah bersih-bersih,” ungkap salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih terus melakukan pengembangan dan pengawasan ketat di lokasi tersebut guna memastikan aktivitas peredaran narkoba tidak kembali muncul. [amb]
