Beras Jepang. Foto AFP
TRANSINDONESIA.co | Pemerintah Jepang mulai menjual beras cadangan melalui kontrak khusus tanpa tender. Beras telah tersedia di rak-rak toko sejumlah pengecer di tengah harga yang tinggi.
Mengutip NHK, operator supermarket besar, Ito-Yokado, mulai menjual beras tersebut sejak Sabtu, 31 Mei di sebuah gerai di Distrik Ota, Tokyo.
Karyawan menumpuk 500 karung beras di bagian khusus setelah truk tiba pada Sabtu pagi.
Sekantong beras lima kilogram dihargai ¥2.160 termasuk pajak. Pembelian dibatasi satu kantong per keluarga.
Semua kantong beras itu terjual habis sekitar 30 menit setelah toko dibuka pada pukul 10 pagi.
Seorang perempuan berusia 30-an yang membeli beras tersebut mengatakan bahwa ia mengantre karena mendengar bahwa harga beras itu setengah dari harga saat ini. Ia berharap harga beras jenis lain akan turun.
Ito-Yokado menandatangani kontrak untuk membeli 5.000 ton beras hasil panen tahun 2022 melalui program tanpa tender.
Presiden Yamamoto Tetsuya mengatakan perusahaan itu mengajukan pembelian karena ingin menyediakan beras dengan harga yang wajar.
Produsen barang-barang rumah tangga, Iris Ohyama, juga mulai menjual beras cadangan pemerintah pada 31 Mei di dua gerai di prefektur Miyagi dan Chiba. Perusahaan tersebut menandatangani kontrak untuk membeli 10.000 ton.
Pengecer besar, Aeon, diperkirakan menjual beras tersebut mulai Ahad, 1 Juni.
Pemerintah menawarkan penjualan total 300.000 ton beras, yaitu 200.000 ton dari panen 2022 dan 100.000 ton dari panen 2021 langsung ke pengecer.
Perhatian terfokus pada apakah penjualan secara luas beras cadangan itu akan membantu menurunkan harga beras atau hanya sesaat saja. [nhk]





