Keterangan gambar,Toilet emas murni beratnya 98 kg dan bernilai £4,8 juta (sekitar Rp102 miliar). Sumber foto: Blenheim Palace, Thames Valley Police.
TRANSINDONESIA.co | Sebuah toilet emas senilai Rp102 miliar dicuri dari Istana Blenheim dalam aksi pencurian yang nekat.
Kejadian ini mengejutkan staf dan memicu perombakan keamanan besar-besaran.
Eleanor Paice terbangun dengan kaget pada 14 September 2019 dini hari. Telinganya mendengar suara kaca pecah.
Paice tinggal di kamar pegawai yang terletak di atas Istana Blenheim, Woodstock, Inggris.
Perempuan yang bekerja sebagai manajer pelayanan tamu itu mengaku terbiasa dengan suara-suara aneh.
Akan tetapi, dia tahu ada sesuatu yang tidak beres begitu alarm kebakaran mulai berdering.
Paice lekas-lekas lari ke halaman besar untuk menyelamatkan diri.
Alih-alih menyaksikan kobaran api seperti yang dia kira, perempuan itu justru menjadi saksi mata sebuah aksi perampokan.
Lima pria telah mendobrak masuk ke istana. Mereka memboyong toilet yang terbuat dari emas padat seharga £4,8 juta (sekitar Rp102 miliar) dan kabur dengan Volkswagen Golf curian.
Toilet itu dinamakan America dan baru dipajang selama dua hari di rumah megah abad ke-18 itu.
Fasilitas kamar mandi itu dipasang sebagai bagian dari pameran seniman konseptual Italia, Maurizio Cattelan.
Lebih dari lima tahun kemudian, tiga pria diganjar hukuman terkait perampokan tersebut.
Tahun lalu, James Sheen, pria berusia 40 tahun asal Oxford, mengaku bersalah atas pembobolan dan pengalihan barang curian.
Sementara Michael Jones, 39 tahun, juga asal Oxford, dinyatakan bersalah atas pembobolan di Pengadilan Oxford Crown pada Selasa (18/3/2025).
Fred Doe, 36 tahun, dari Windsor, dinyatakan bersalah atas konspirasi pengalihan properti kriminal.
Adapun Bora Guccuk, 41 tahun, asal London barat, dibebaskan dari tuduhan yang sama.
Tindak kejahatan unik ini membuat para pecinta seni penasaran, sementara pers menyambutnya karena dianggap menarik.
Banyak lelucon dan permainan kata-kata bertema toilet muncul dari insiden itu.
BBC baru-baru ini memperoleh akses eksklusif ke staf di Istana Blenheim untuk memahami aksi perampokan serta kegagalan keamanan—dari perspektif mereka yang berada di balik layar. (BBC)
