Oleh: Kalemdiklat Polri Komjen Pol Prof. Chrysnanda Dwilaksana.
TRANSINDONESIA.co | Siapa musuh bangsa pasca kemerdekaan di era milenium? Musuh bangsa sekarang ini ya bangsa ini sendiri.
Bung Karno mengatakan musuh terberat paska kemerdekaan adalah menghadapi bangsanya sendiri.
Musuh kita bersama sekarang ini antara lain: Kebodohan, Monopoli, Kebijakan-kebijakan yang kontra produktif, Narkoba, Berbagai hal Ilegal, Penyelundupan, KKN, Pungli, Primordialisme dan berbagai hal yang membuat bangsa ini mudah dibodoh-bodohi, diadu domba, dikendalikan bahkan ditekan sehingga para pemimpinya terus tersandera.
Belum lagi crime in organizarion karya besar mafia-mafia birokrasi.
TNI Polri penjaga sistem nasional agar bangsa ini berdaulat, berdaya tahan, berdaya tangkal dan berdaya saing.
TNI Polri sebagai patriot milenial menyadari makna soliditas, sinergitas dalam mengisi kemerdekaan sehingga merdeka dari hegemoni oligarki yang memeras dan menyengsarakan rakyat.
Apa yang sudah dirintis dan dilakukan para founding fathers, para pahlawan bangsa telah dengan gigih memerdekakan dari penjajahan. Apakah feodalisme ada di era milenium ? Sadar atau tidak semangat kebangsaan hampir-hampir hanya nampak pada upacara-upacara peringatan semata. Dalam kegiatan sehari-sehari seakan semua mencari enak dan selamatnya sendiri-sendiri.
Musuh dari dalam memang berat dan sangat berat. Mafia birokrasi inilah petaka bagi generasi muda republik. Negeri ini menjadi sarat dengan potensi KKN, sarat dengan tipu menipu, tidak lagi rasional kaum mapan dan nyaman membangun koloni (kroni) yang akan menjadi tentakel penghisap sumber daya dimana-mana.
Para pemimpinpun menjadi tidak merdeka, penuh dengan hutang budi, tekanan dan permintaan yang tidak rasional. Hedonisme menjadi lambang mafia birokrasi, pendekatan-pendekatan uang dan semangat berjuangnya adalah masuk menjadi lingkaran setan gruop-gruop yang akan menggerogoti bangsa ini.
PKB juang yang diselenggarakan para peserta didik Sespim dan Sesko merupakan penanaman jiwa Patriotisme, Nasionalisme dan spirit kebangsaan di era milenium ini adalah dengan keberanian mengganyang mafia-mafia birokrasi maupun masalah masalah lain yang kontra produktif.
Mereka bukan hanya yang ada di dalam birokrasi namun ada di luar juga yang membiayai birokrat dan menjembatani birokrat untuk tetap terhormat walau ia jadi boneka, penghisap darah rakyat.
Gelora mengganyang mafia birokrasi ini tidak bisa dengan cara-cara manual lagi. Tidak juga dengan anarkisme.
Ganyang mafia birokrasi ini ada tatkala ada political will yang berani untuk memodernisasi sehingga sumber daya terkontrol dengan online dan meminimalisir person to person.
Rasionalisasi dimana-mana sehingga menjadi sebuah habitus baru untuk kewarasan dalam mengganyang mafia birokrasi, yang akan memerdekakan bangsa ini dari segal bentuk KKN.
Sejalan dengan Pemikiran di atas Lemdiklat Polri yang berbasis moral dan literasi dalam penyelenggaraan PKB juang akan mengisi dengan berbagai kegiatan:
1.Olah Jiwa yang diselenggarakan dalam berbagai kegiatan Spiritual Keagamaan
2.Olah Rasa yang diselenggarakan dalam berbagai kegiatan seni budaya
3.Olah Pikir yang diselenggarakan dalam kegiatan :
a. Debat Akademik maupun Publik
b. Pod cast
c. Dialog Kebangsaan
d. Leader Branding
e. Expo produk produk Literasi para Serdik
Dsb
4.Olah Raga yang diselenggarakan dalam Pertandingan:
a. Bulu tangkis
b. Tenis Lapangan
c. Volley
d. Menembak
e. Tenis meja
f. Basket
Dsb
5.Bakti Masyarakat dilaksanakan dalam kegiatan :
a. Bakti sosial
b. Bakti kesehatan
Dsb
PKB Juang diselenggarakan untuk saling mengenal, saling mengisi, saling mendukung bukan untuk aduan menang kalah. PKB Juang bentuk kegiatan persahabatan saling asah asih asuh soliditas sinergitas para Patriot Milenial. ***CDL
