
TRANSINDONESIA.co | Oleh: Prof. Chrysnanda Dwilaksana
Literasi yang memadai akan mencerahkan dan mendorong perilaku organisasinya profesional, cerdas, bermoral dan modern. Demikian juga sebaliknya. Literasi refleksi dari kepemimpinan, administrasi, operasional dan capacitynya. Pemimpin dengan kepemimpinannya yang peduli pada literasi passionnya pada pencapaian tujuan dengan mengimplementasikan keutamaannya. Kebijakannya akan bijaksana bagi keutamaannya.
Membangun literasi pada suatu institusi dapat dimulai dari keteladanan pemimpinnya, pikiran, perkataan dan perbuatannya bagi keutamaannya yang akan diikuti anak buahnya dan menjadi core value.
Core value menjadi spirit membangun yang aktual sesuai dengan yang ideal. Core value diterapkan melalui model kesadaran, tanggung jawab dan disiplin yang bisa dibuat pada etika kerja yang secara rinci dijabarkan pada Standart operation procedure (SOP).
SOP merupakan jabaran dari:
1. Job description dan Job analysis
2. Standardisasi keberhasilan pelaksanaan tugas
3. Sistem penilaian kinerja
4. Sistem reward and punishment
5.Etika kerja yang berisi apa yang harus dilakukan, apa yang tidak boleh dilakukan dan sanksi bila melanggar.
SOP menjadi landasan membangun core value sehingga literasi dapat terbangun. Sebaliknya tatkala SOP diabaikan maka core value antara yang aktual berbeda bahkan bertentangan dengan yang ideal.
Membangun literasi sejatinya membangun sumberdaya manusia sebagai aset institusi agar dengan kesadaran, tanggung jawab dan disiplin bekerja dengan profesional, cerdas, bermoral dan modern.
Membangun literasi merupakan passion untuk merubah mind set yangsejatinya juga sebagai landasan reformasi secara kultural. Hal tersebut dapat dimulai dari:
1. Hukum dan aturan aturannya hingga SOP nya
2. Infrastruktur dan sistem sistemnya yang dapat meminimalisir kesempatan terjadinya penyimpangan atau penyalahgunaan kewenangan
3. SDM yang akan mengawakinya
Literasi refleksi perilaku organisasi terlihat dari :
1. Pemimpin dan Kepemimpinannya
2. Kebijakan kebijakannya
3. Core valuenya sebagai basis budaya organisasi
4. Aturan, SOP hingga Etika kerjanya
5. Tingkat kualitas Kinerjanya
6. Tingkat kualitas pelayanan publiknya
7. Tingkat transparansinya
8. Tingkat akuntabilitasnya
9. Tingkat dukungan dari mitranya (Soft power dan Smart power nya)
10. Tingkat kualitas kepercayaan publik.**
Terik Tegal Parang 110524







