Para pengungsi Palestina terlihat di tempat penampungan sementara, yang diubah dari sebuah sekolah, di Jalur Gaza tengah, pada 16 November 2023. (Foto: Antara)
TRANSINDONESIA.co | Badan Pengungsi Palestina PBB (UNRWA) memperkirakan kemungkinan besar mereka terpaksa menghentikan operasinya di Timur Tengah. Termasuk di Gaza pada akhir bulan ini, jika pendanaan tidak dilanjutkan.
Sejumlah negara seperti Amerika Serikat, Jerman, dan Inggris telah menghentikan pendanaan mereka ke badan PBB tersebut. Setelah adanya tuduhan bahwa beberapa staf UNRWA terlibat dalam serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 di Israel Selatan.
“Badan ini tetap menjadi organisasi bantuan terbesar dalam salah satu krisis kemanusiaan paling parah. Termasuk kompleks di dunia,” kata Komisaris Jenderal UNRWA, Philippe Lazzarini seperti dilansir Reuters, Jumat (2/2/2024).
“Jika pendanaan tetap ditangguhkan. Kemungkinan besar kami akan terpaksa menghentikan operasi kami pada akhir Februari, tidak hanya di Gaza tetapi juga di seluruh wilayah,” ujarnya menambahkan.
Pada 7 Oktober 2024 lalu, Hamas melancarkan serangan ke Israel yang disebut Operasi Banjir al-Aqsa, menewaskan sekitar 1.200 orang. Kelompok pejuang Palestina itu juga menawan 253 orang dari wilayah zionis itu.
Sebagai tanggapan, Israel meluncurkan serangan balik ke Jalur Gaza. Serangan militer zionis itu telah membuat sebagian besar penduduk Gaza mengungsi.
“Ini menyebabkan banyak rumah dan infrastruktur sipil hancur. Serta menyebabkan kekurangan makanan, air dan obat-obatan sampai saat ini,” ucapnya.
Kelompok-kelompok bantuan dan badan-badan PBB lainnya telah mendesak para donor untuk terus mendukung UNRWA. Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga memperingatkan bahwa penghentian pendanaan akan menimbulkan konsekuensi bencana bagi masyarakat Gaza.[rri]






