Wakil Duta Besar Republik Indonesia untuk India, Masni Eriza (kanan) saat berbincangan dengan Pro 3 RRI, Selasa (9/5/2023) (Foto: RRI.NET)
TRANSINDONESIA.co | Warga negara Indonesia (WNI) di India tidak terdampak kerusuhan antaretnis di negara bagian Manipur, India. Satu WNI yang menikah dengan warga Manipur, saat ini dalam kondisi aman.
Demikian disampaikan Wakil Duta Besar RI untuk India, Masni Eriza dalam perbincangan dengan Pro 3 RRI, Selasa (9/5/2023). “Begitu ada eskalasi hari Jumat lalu, kita sudah telpon-telponan dengan yang bersangkutan,” ujarnya.
Masni mengungkapkan, saat kerusuhan antaretnis di Manipur terjadi, akses internet sempat dibatasi. Sehingga pihak KBRI agak sulit menghubungi WNI tersebut. “Tetapi kita terus berusaha menghubungi yang bersangkutan,” katanya.
Ia memastikan WNI yang berada di Manipur itu tinggalnya tidak di dekat lokasi terdampak langsung dari keributan antaretnis. Hal itu berdasarkan komunikasi yang dilakukan KBRI dengan WNI tersebut. “Alhamdulillah warga kita selamat dan tidak perlu mengungsi,” ucapnya.
Sedangkan sebaran WNI yang tinggal rata-rata di daerah New Delhi, Bangalore, Mumbai, dan kota-kota besar lainnya. Menurut Masni, imbauan agar WNI berhati-hati hanya disampaikan kepada WNI yang berada di Manipur.
“Kalau secara khusus kita tidak menyampaikan imbauan. Karena ini kasusnya lokal di negara bagian yang skala ukurannya enggak besar,” ucapnya.
Apalagi, menurut Masni, kondisi di Manipur saat ini dalam keadaan tenang. Di mana pihak keamanan setempat sudah membuka pemblokiran di jalan-jalan.
“Mereka yang mengungsi sudah kembali ke rumahnya. Tetapi belum pulih 100 persen seperti sedia kala,” kata Masni.
Selain itu, otoritas di Manipur dari informasi yang diterima sudah menguasai wilayah itu. Saat ini tensi kerusuhan antaretnis sudah menurun. “Sudah tenang dan berangsur-angsur kembali ke kondisi awalnya,” ucapnya.
Lebih lanjut Masni menyampaikan bahwa data terbaru jumlah korban tewas akibat kerusuhan antaretnis di Manipur ini. Ia menyebut jumlah korban tewas sebanyak 60 orang. “Kalau yang disampaikan resmi dari pemerintah hari ini sebanyak 60 orang dan 231 luka-luka,” ujarnya.
Menurut Masni, kerusuhan antaretnis tak hanya menyebabkan korban tewas atau luka. Tetapi juga menyebabkan bangunan rusak terbakar. “Jumlah bangunan yang rusak itu ada 1.700 unit. Sementara belasan ribu warga mengungsi,” ucapnya. [rri]
