Skip to content
19 April 2026
  • TRANSMARITIM
  • TRANSTEKNO
  • TRANSSPORT
cropped-trans_logo-e1607181917765-1.png

Indonesia Berdakwah

Primary Menu
  • TRANS DAKWAH
  • TRANS METROPOLITAN
  • TRANSPOLHUKAM
  • TRANSDUNIA
  • TRANSBISNIS
  • TRANSSPORTS
  • TRANSTEKNO
  • TRANSMARITIM
  • TRANSSUMATERA
  • TRANSJAWA
  • TRANS BALI
  • TRANSNUSA
  • TRANSKALIMANTAN
  • TRANSSULAWESI
  • TRANSMALUKU
  • TRANSPAPUA
Light/Dark Button
  • Home
  • 2026
  • Januari
  • 20
  • BNPB Laporkan Rentetan Bencana Hidrometeorologi di Pulau Jawa, Masyarakat Diminta Siaga Puncak Musim Hujan

BNPB Laporkan Rentetan Bencana Hidrometeorologi di Pulau Jawa, Masyarakat Diminta Siaga Puncak Musim Hujan

transindonesia.co 20 Januari 2026 3 minutes read 0 comments
Banjir Bekasi

Personel Polsek Medan Satria mengevakuasi warga yang sakit dengan perahu karet saat banjir melanda di wilayah Kelurahan Pejuang, Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi, Ahad sore (18/01/2026). Transindonesia.co / Humas Polrestro Bekasi Kota.

TRANSINDONESIA.CO | JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis laporan perkembangan situasi kebencanaan di Indonesia berdasarkan hasil pemantauan Pusat Pengendalian dan Operasi (Pusdalops) periode 19 hingga 20 Januari 2026. Hingga Selasa pagi, kejadian bencana di tanah air masih didominasi oleh fenomena hidrometeorologi basah seperti banjir, angin kencang, dan tanah longsor yang tersebar di beberapa titik di Pulau Jawa.

Di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, curah hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan Sungai Citarum dan Sungai Cibeet meluap sejak Minggu pagi. Dampaknya meluas hingga ke 27 desa di 12 kecamatan, dengan total warga terdampak mencapai 13.841 jiwa. Petugas di lapangan melaporkan bahwa sebanyak 2.413 warga terpaksa mengungsi ke beberapa titik seperti Kantor Kelurahan Tanjung Pura dan desa-desa sekitar. Hingga saat ini, tinggi muka air di wilayah Karawang terpantau masih bervariasi antara 10 hingga 200 sentimeter.

Situasi serupa juga melanda Kota Bekasi, di mana hujan deras dan angin kencang mengakibatkan pohon tumbang serta banjir di sejumlah pemukiman. Peristiwa ini memakan satu korban jiwa yang dilaporkan meninggal dunia akibat terseret arus banjir.

Namun, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Ph.D., menyatakan bahwa saat ini kondisi di Bekasi mulai membaik.

“Kondisi banjir di Kota Bekasi saat ini telah surut dan seluruh pengungsi telah kembali ke rumah masing-masing. Petugas telah menyelesaikan asesmen dan pendistribusian air bersih serta logistik di titik-titik terdampak,” jelas Abdul Muhari.

Sementara itu dari Jawa Timur, hujan deras yang mengguyur Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo, memicu longsor pada bahu jembatan di Desa Grogol. Meski tidak ada korban jiwa, kejadian ini menyebabkan jembatan putus sehingga 500 warga kini dalam kondisi terisolasi karena akses kendaraan sama sekali tidak dapat dilalui. Abdul Muhari memberikan peringatan khusus terkait stabilitas tanah di lokasi tersebut yang masih sangat berisiko.

“Kami mengimbau warga di sekitar lokasi longsor Ponorogo untuk tetap waspada. Kondisi tanah di sana masih sangat labil dan ditemukan retakan pada badan jembatan, sehingga potensi longsor susulan masih cukup tinggi,” tambahnya.

Di Jawa Tengah, luapan Sungai Jeratus Soluna juga merendam permukiman warga di Kabupaten Jepara, khususnya di Kecamatan Mlonggo dan Kedung. Sebanyak 1.177 jiwa terdampak oleh banjir ini, dan BPBD setempat telah merespons dengan mendirikan dapur umum guna menjamin ketersediaan pangan bagi warga yang bertahan di rumah masing-masing.

Menutup keterangannya, BNPB menekankan pentingnya kewaspadaan ekstra mengingat saat ini wilayah Indonesia sedang memasuki puncak musim hujan. Pemerintah daerah diminta melakukan langkah pencegahan dini untuk meminimalisir dampak risiko bencana.

“BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap waspada dalam mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi. Masyarakat diharapkan menyiapkan tas siaga bencana sebagai langkah kesiapsiagaan serta senantiasa memantau informasi dari sumber resmi dan terpercaya seperti BNPB, BPBD, dan BMKG,” pungkas Abdul Muhari. [man]

About the Author

transindonesia.co

Administrator

transindonesia, berita indonesia, indonesia aktual, nusantara, metropolitan

Visit Website View All Posts

Post navigation

Previous: Dubes Iran Pastikan WNI Aman di Tengah Protes Mematikan
Next: Kejar Golden Time, Basarnas Temukan Titik Jatuhnya Pesawat dan Evakuasi Dua Korban

Trans Stories

OTT Bupati Tulungagung
3 minutes read

Bupati Tulungagung Minta Jatah 50% Anggaran OPD, Pejabat Sampai Ngutang Demi Setoran

transindonesia.co 12 April 2026 0
Bupati Tulungagung Gatut Sunu
2 minutes read

OTT Jawa Timur: KPK Ciduk Bupati Tulungagung dan Belasan Pejabat Terkait Korupsi

transindonesia.co 11 April 2026 0
SPBE Cimuning Meledak
2 minutes read

Dua Petugas Keamanan SPBE Bekasi Meninggal Dunia Usai Alami Luka Bakar Serius

transindonesia.co 8 April 2026 0

TransIndonesia

Bank Indonesia
2 minutes read

Ekonomi RI Memanas! Utang Luar Negeri Tembus 437 Miliar Dolar AS, Ada Apa?

transindonesia.co 15 April 2026 0
Staf Khusus Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Bidang Komunikasi dan Media, Ir. H. Abdullah Rasyid, ME, (kanan) mendampingi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Jenderal Pol. (Purn.) Drs. Agus Andrianto, S.H., M.H.
3 minutes read

Transformasi Imigrasi, Dari Administratif ke Motor Penerimaan Negara

transindonesia.co 15 April 2026 0
Kapal Perusak Ranjau
3 minutes read

Digertak Iran, Dua Kapal Perang AS Kabur dari Selat Hormuz

transindonesia.co 14 April 2026 0
Kapal Kargo Thailand
2 minutes read

Iran Respons AS Blokade Selat Hormuz, Beri Warning Ini

transindonesia.co 14 April 2026 0
  • Tentang Kami
  • Pedoman Siber
  • Disclaimer
  • TRANSMARITIM
  • TRANSTEKNO
  • TRANSSPORT
Copyright © 2026 All right Transindonesia.co | ReviewNews by AF themes.