KPK Periksa Istri dan Anak Gubernur Papua

TRANSINDONESIA.co | Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa istri dan anak Gubernur nonaktif Papua LE. Keduanya akan diperiksa terkait kasus yang menjerat LE dugaan suap dan gratifikasi terkait proyek infrastruktur di Pemprov Papua.

YW selaku istri LE, beserta anaknya ABTE, sudah hadir di gedung KPK, Jakarta, Rabu (18/1/2023). “Pemeriksaan tersebut diagendakan dilaksanakan di Gedung Merah Putih KPK,” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya.

Selain istri dan anak LE, tim penyidik KPK juga memanggil satu orang lainnya. Saksi tersebut adalah YK yang merupakan pegawai PT Cenderawasih Mas.

Seperti yang diketahui, LE ditetapkan sebagai tersangka dugaan suap terkait proyek pembangunan infrastruktur di Papua. Ia ditetapkan sebagai tersangka dengan sejumlah pihak lainnya, yaitu Direktur PT Tabi Bangun Papua (TBP), RL.

KPK menduga RL menyerahkan uang kepada LE dengan jumlah sekitar Rp1 miliar setelah terpilih mengerjakan tiga proyek infrastruktur. Diantaranya:

– Proyek “multiyears” peningkatan jalan Entrop-Hamadi dengan nilai proyek Rp14,8 miliar,

– Proyek “multiyears” rehab sarana dan prasarana penunjang PAUD Integrasi dengan nilai proyek Rp13,3 miliar,

– Proyek “multiyears” penataan lingkungan venue menembak “outdoor” AURI dengan nilai proyek Rp12,9 miliar.

Selain itu, KPK juga menduga LE telah menerima pemberian lain sebagai gratifikasi yang berhubungan dengan jabatannya sebesar Rp10 miliar. Dalam mengusus kasus ini, KPK juga telah memblokir rekening LE dan istrinya dengan nilai sekitar Rp76,2 miliar.[rri]

Share
Leave a comment