Kapolda Maluku Irjen Pol Lotharia Latif meninjau lokasi kebakaran di kawasan pasar Mardika, Kelurahan Rijali, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Jumat (9/12/2022) dinihari. [Transindonesia.co /Polda Maluku]
TRANSINDONESIA.co | Polisi menyelidiki penyebab kebakaran yang melanda kawasan Pasar Mardika di Kelurahan Rijali, Kota Ambon, Maluku. Polda Maluku mendatangkan Tim Pusat Laboratorium Forensik Polri dari Makassar untuk menyelidiki kebakaran tersebut.
“Kapolda sudah memerintahkan Kapolresta Ambon untuk menyelidiki penyebab kebakaran, termasuk akan mendatangkan tim Puslabfor dari Makassar,” kata Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol M.Roem Ohoirat, Ahad (11/12/2022).
Data terkini untuk korban kebakaran ada tiga orang, yakni dua orang meninggal dunia atas nama Ever Masela (37 tahun) dan La Masiru (32 tahun), serta satu korban luka-luka bernama Ichal (45 tahun).
“Untuk kebakaran Mardika ada tiga warga yang menjadi korban. Dua orang di antaranya meninggal dunia, satu lainnya mengalami luka bakar, sementara kerugian meteriil masih dilakukan pendataan,” ujar Kombes Roem.
Kebakaran yang melanda kawasan Pasar Mardika terjadi Jumat (9/12/2022) dini hari sekira pukul 03.30 WIT mengakibatkan ratusan rumah warga, kios dan lapak pedagang ludes terbakar. Hampir lebih dari lima jam korban api baru bisa dipadamkan oleh puluhan petugas pemadam kebakaran dengan dibantu masyarakat.
Kapolda Cek TKP
Kapolda Maluku, Irjen Pol Lotharia Latif, meninjau lokasi kebakaran di kawasan pasar Mardika, Kelurahan Rijali, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, sekaligus menyerahkan bantuan sosial berupa beras sebanyak 2 ton untuk korban kebakaran Pasar Mardika.
“Kami meninjau lokasi kebakaran dan menyerahkan bantuan beras kepada korban kebakaran. Semoga bantuan ini dapat sedikit membantu korban kebakaran,” ungkap Kapolda.
Ia juga mengaku akan mengerahkan mobil tangki Polri untuk menyalurkan air bersih kepada korban kebakaran di lokasi pengungsian.
“Saya sangat prihatin, dan merasakan penderitaan yang dialami korban kebakaran. Semoga korban bisa tabah dan sabar dalam menghadapi ujian ini,” ujarnya.
“Mari kita hargai para korban. Kita rasakan penderitaan mereka. Jadi saya harap jangan ada yang jadikan obyek kebakaran untuk berselfi ria dan sebar di media sosial,” tutupnya. [kum]






