Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol Mukti Juharsa menyampaikan pengungkapan 18 kasus narkotika dengan 31 orang tersangka selama dua bulan di Mapolda Metro Jaya, Jumat (25/3/2022). [Transindonesia.co /Ismail]
TRANSINDONESIA.co | Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya dalam waktu 2 bulan (Januari – Februari 2022) mengungkap kasus menonjol tindak pidana narkotika, sebanyak 18 kasus dengan 31 orang tersangka. Barang bukti khususnya sabu sebagian besar dikamuflasekan dalam kemasan Teh China Guan Yingyang, dengan modus penyeludupan salah satunya disembunyikan di dalam speaker aktif sound system.
“Dari data pengungkapan tersebut terdapat Ekstasi jenis baru (1.000 butir) yang mengandung 1 (Fluorofenil) Piperazin, dimana kandungan tersebut merupakan narkotika golongan 1,” kata Dirresnarkoba Polda Metro Jaya, Kombes Pol Mukti Juharsa, di Mapolda Metro Jaya, Jumat (25/3/2022).
Total barang bukti yang disita sabu 26,4 Kg, Ekstasi 1.979 butir, Ganja 8 Kg, Delta9 THC 2.832 gram dan Happy Five 399 butir. Seribu ekstasi jenis baru yang diungkap akan diedarkan di Kampung Bahari.
“Dari hasil pengungkapan narkoba tersebut, dapat menyelamatkan sebanyak 145.465 orang atau jiwa anak bangsa,” kata Mukti.
Dengan rincian sabu 26,4 Kilogram merusak 132.205 orang dengan asumsi 1 orang mengkonsumsi 0,2 gram. Ekstasi 1.979 butir merusak 1.979 orang dengan assumsi 1 orang mengkonsumsi 1 butir xtc.
“Ganja 8.050 gram merusak 8.050 orang dengan asumsi 1 orang mengonsumsi 1 gram ganja. Bubuk Delta 9 THC 2.832 gram merusak 2.832 orang dengan asumsi 1 orang mengonsumsi 1 gram Delta 9 THC. Happy Five 399 butir merusak 399 orang dengan asumsi 1 orang mengonsumsi 1 butir H.5,” terangnya.
Tersangka dijerat Pasal 114 Ayat (2) Sub Pasal 112 ayat (2) Junto Pasal 132 Undang-Undang Republik Indonesia
Nomor 35 tahun 2009, tentang Narkotika, dengan ancaman pidana minimal penjara 5 tahun dan maksimal hukuman mati.[mil]





