Banjir berdampak 1.061 KK di wilayah Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, telah surut, Jumat (4/3/2022) [Transindonesia.co /BPBD Probolinggo]
TRANSINDONESIA.co | Banjir merendam sebanyak 295 unit rumah yang ditinggali 295 KK di Desa Sawahan, Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Jumat (4/3/2022). Hasil kaji cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klaten, banjir itu terjadi setelah sebelumnya hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut pada Kamis (3/3/20229 pukul 18.00 WIB.
Menurut laporan visual yang diterima Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), arus banjir mengalir cukup deras dari luapan sungai-sungai kecil yang melintasi permukiman warga. Genangan air kemudian memasuki rumah warga dengan ketinggian hingga betis orang dewasa.
“BPBD Kabupaten Klaten juga mencatat sedikitnya 14 KK mengungsi ke tempat yang lebih aman. Sementara itu, 1 unit pondok pesantren dan 1 unit sekolah dasar terdampak. Selain itu, lahan pertanian seluas 4 hektar juga terendam banjir,” kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangannya diterima redaksi, Jumat (4/3/2022).
Sebagai upaya percepatan penanganan banjir tersebut, BPBD Kabupaten Klaten telah berkoordinasi dengan instansi terkait dan pemerintah desa setempat untuk melakukan pendataan serta membantu proses evakuasi warga terdampak.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini cuaca yang menyatakan bahwa hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi masih berpotensi terjadi di wilayah Kabupaten Klaten dan sekitarnya hingga Ahad (6/3/2022).
“Menyikapi prakiraan cuaca dua hari ke depan, BNPB mengimbau pemerintah dan warga tetap waspada dan siap siaga terhadap potensi bahaya banjir susulan,” ujar Muhari.
BNPB juga meminta kepada seluruh unsur pemangku kebijakan di daerah agar segera mengambil tindakan yang dianggap perlu dalam rangka pencegahan, mitigasi dan kedaruratan. Warga di sepanjang daerah aliran sungai agar benar-benar mewaspadai kenaikan debit air jika hujan intensitas tinggi terjadi lebih dari satu jam.
Banjir Probolinggo
Sementara, banjir yang berdampak 1.061 KK di wilayah Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur telah surut. BPBD setempat menyebutkan genangan berakhir pada Jumat (4/3/2022), pukul 06.00 WIB.
“Banjir tersebut berdampak di dua kecamatan yaitu Kecamatan Tongas dan Dringu. Sedangkan tiga desa yang ada di kecamatan tersebut antara lain Desa Tambakrejo (Tongas) dan Desa Dringu dan Kedung Dalem (Dringu). Meskipun telah surut, prakiraan cuaca pada hari ini dan Sabtu (5/3/2022) wilayah Tonggas masih berpeluang hujan ringan- hujan petir. Sedangkan di Kecamatan Dringu, prakiraan cuaca hujan ringan – hujan petir dan esoknya cerah berawan,” kata Muhari.
Peristiwa yang berlangsung pada Kamis malam (3/3/2022), pukul 19.30 WIB terjadi setelah hujan lebat turun sehingga debit air sungai meluap. Luapan air sungai ini menggenangi 1.061 unit rumah warga. Menindaklanjuti insiden ini, petugas BPBD, TNI, Polri, pramuka dan warga bergotong royong untuk melakukan patroli di wilayah terdampak.
Pada kajian inaRISK sebanyak 21 kecamatan di Kabupaten Probolinggo teridentifikasi sebagai wilayah dengan potensi bahaya banjir dengan kategori sedang hingga tinggi. Kecamatan Tonggas dan Dringgu yang berdekatan dengan wilayah perairan termasuk pada wilayah dengan potensi tersebut.
Menghadapi potensi bahaya hidrometeorologi, seperti banjir, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan warga untuk tetap waspada dan siap siaga. BPBD diharapkan untuk terus melakukan sosialisasi kepada warga terkait upaya pencegahan atau mitigasi dalam menghadapi bahaya banjir, seperti penyiapan tas siaga bencana, cara mematikan jaringan listrik rumah jika terjadi banjir, atau pun penyimpanan dokumen penting keluarga di tempat yang aman dari banjir.[nag]






