Anggota Binmas Noken memberikan pelajaran pada anak-anak pedalaman kampung di Noken, Papua. [Transindonesia.co /Dokumentasi CDL]
TRANSINDONESIA.co | Keamanan dan rasa aman merupakan basis bagi peningkatan kualitas hidup. Suatu masyarakat dapat bertahan hidup tumbuh dan berkembang jika ada produktifitas. Proses menghasilkan produksi memerlukan aktifitas. Dalam aktifitas untuk menghasilkan produksi ada ancaman, hambatan, gangguan yang dapat menghambat, merusak bahkan mematikan produktifitas.
Di dalam kehidupan sosial ada nilai, norma, etika, moral hingga hukum yang menjadi kesepakatan untuk mengayomi, melindungi dan melayani masyarakat yang produktif. Dalam konteks masyarakat Papua tim Bimmas Noken melaksanakan pemolisian komuniti (community policing) atau polmas dengan pendekatan dari hati ke hati untuk saling mengenal dan memahami polisi dengan masyarakat yang dilayaninya. Bimmas Noken melaksanakan berbagai program seperti Si Ipar (Polisi Piajar), Kasuari (kesejahteraan untuk anak negeri), tifa (torang insan faham budaya) yang dijabarkan dalam banyak hal dalam konteks sesuai corak masyarakat dan kebudayaannya.
Upaya upaya yang dilakukan pembinaan kepada anak anak, remaja, ibu ibu hingga orang dewasa. Kepada anak anak polisi mengajak bermain dan bergembira dalam belajar membaca,menulis, mewarnai, menggambar, bernyanyi, menari dan beeolah raga dalam berbagai permainan.
Nampaknya sederhana namun hal ini menunjukan persahabatan polisi dengan anak anak sebagai generasi penerus. Anak anak senang dan bahagia bermain dengan polisi, ini menjadi suatu kekuatan sosial membangun kepercayaan sejak usia dini. Dengan para remaja mengajarkan bagaimana bertani, beternak untuk mendapatkan produksi bagi hidup dan kehidupan dengan memberdayakan sumber daya yang ada di lingkungan mereka. Menanam kacang panjang, jagung, kangkung, cabe, ubi, buah naga, dsb.
Selain itu juga mengajarkan beternak juga bagi ibu ibu dan bapak bapak. Beternak babi, ayam, ikan dsb. Selain itu juga melalui kegiatan kegiatan seni budaya, dan pariwisata mengajak masyarakat sadar akan seni budaya dalam konteks keramah tamahan dapat menerima perbedaan dan juga mengikis premanisme atau penyimpangan sosial lainnya.
Bimmas Noken merintis dan mempelopori upaya upaya bagi masyarakat bisa hidup harmoni dalam suatu keteraturan sosial. Apa yang telah sedang dan akan dilakukan memerlukan sarana kontak dan dukungan political will dan dilaksanakan secara berkesinambungan.
Program Bimmas Noken merupakan program jangka panjang untuk melahirkan inspirstor dan motivator barubdalam lingkup lokal atau bisa dikatakan local heroes. Dari lokal yang mengglobal. Para pejuang kemanusiaan ini menjadi bagian dari masyarakat yang menjadi soft power bahkan smart power bagi tim Bimmas Noken. Para pakar dan akademisi juga dari sektor bisnis dapat mendukung melalui CSR mereka atau program program kemanusiaan. Bimmas Noken dalam mengimplementasikan telah membangun kemitraan dengan pemerintah, dengan para pakar dan akademisi, dengan para tokoh masyarakat, dengan sektor bisnis juga dengan media. Semua lini yang menjadi penguat tim Bimmas Noken menjadi bagian bagi berkembang dan berkesinambungan dari tim Bimmas Noken.
Harmoni dan keteraturan sosial merupakan basia dan citra positif bagi masyarakat Papua untuk memberdayakan sumber daya yang ada bagi peningkatan kualitas hidupnya. Keamanan dan rasa aman ini akan menjadi ikon kesadaran dan kebahagiaan. Dengan siapapun, di manapun, kapanpun situasi apapun bahagia akan menjadi basis membangun masyarakat dengan kesadaran.
Bimmas Noken telah sedang dan akan terus belajar mengajar tentang kehidupan dengan kecintaan, kebanggaan dan ketulusan sebagai polisi yang menjaga kehidupan, membangun peradaban sekaligus berjuang bagi kemanusiaan.
Fajar Tegal Parang 121221
Chryshnanda Dwilaksana






