Presiden Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu, Arie Gumilar dalam acara Road Show Daring bersama para Pekerja dan Pelaut Pertamina.
TRANSINDONESIA.CO – Serikat Pekerja Forum Komunikasi Pelaut Pekerja Aktif (SP-FKPPA) menggelar virtual conference dengan topik Road Show bersama pengurus FSPBB, pada 20 Juni 2020 jam 19:30, acara berakhir tepat pukul 23.00.
Diskusi berlangsung hangat dan semangat dengan dipandu oleh moderator Capt Marcelus Hakeng Jayawibawa. Hakeng yang menjabat Sekjen SP-FKPPA dan Ketua Bidang Media Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPBB) mengajak peserta untuk peduli nasib Pertamina dan kemandirian energi bangsa.
Hadir peserta virtual konferensi lebih dari 60 peserta. Sebagian besar pesertanya adalah pelaut-pelaut diatas kapal.
“Memang peserta ada 60 akun, tetapi bisa dilihat, 1 akun lebih dari 1 orang atau lebih, ada awak kapal yang ikut antusias mengikuti vicon bersama-sama, 1 kapal jumlah krunya sekitar 20 orang” kata Hakeng.
Turut hadir peserta vicon Presiden FSPBB Arie Gumilar, Ketua Umum SP-FKPPA Nur Hermawan, Sekjen FSPPB Dicky Firmansyah, Bidang Aksi FSPBB Capt Sofyani Faisol dan Herdiyan Darmawan, Ketua Umum SP UPms I Medan Sutrisno, Presiden SP Pertamina Celebes Sulawesi Fakhrul Islam, Ketua Umum SP UPms III Jakarta Aryo Wibowo, Ketua Umum SP Persada Semarang Datuk Fahrur Razy, Ketua Umum SPPEP Tata Mustafa dan perwakilan Serikat Pekerja seluruh Indonesia.
Dalam sambutannya Nur Hermawan mengatakan bahwa Serikat Pekerja (SP) Forum Komunikasi Pelaut Pekerja Aktif menolak pembentukan holding dan subholding PT Pertamina (Persero) melalui lantai bursa (IPO-Initial Public Offering) karena melanggar konstitusi dan meminta seluruh anggota agar tetap kompak dalam satu komando.
“Saya mengajak seluruh anggota baik yang ada di darat maupun di laut untuk tetap kompak, rapatkan barisan dan satu komando dalam mensikapi kondisi saat ini” Kata Hermawan.
Arie Gumilar selaku keynote speaker mengucapkan terimakasih atas bantuan donasi seluruh anggota serikat pekerja dalam penanganan COVID 19 dan bersyukur bisa silaturahim dengan pekerja Pertamina Shipping walaupun dengan media daring.
Arie juga menegaskan bahwa Serikat Pekerja Pertamina dengan tegas menolak pembentukan subholding PT Pertamina (Persero) dan rencana (IPO) Initial Public Offering AP Pertamina.
“Menurut kami hal ini juga merupakan upaya swastanisasi atau unbundling Pertamina” Kata Arie
“Petisi dari FSPBB tolak jual Pertamina, Pertamina 100% milik rakyat Indonesia sudah lebih dari 14.000 telah menandatangani dan terus akan bertambah” lanjut Arie
“Saat ini ada tiga point untuk mensikapi subholding ini. Pertama, seluruh Serikat Pekerja melakukan press release penolakan. Kedua pemasangan spanduk yang mengedukasi dan yang ketiga Serikat Pekerja menyiapkan langkah-langkah hukum” tegas Arie
Pernyataan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir saat konferensi pers bahwa ke depan dalam dua tahun ini subholding-nya (Pertamina) bisa go public dan harus melakukan penawaran umum perdana sahamnya (initial public offering/IPO) serta perubahan struktur organisasi PT. Pertamina memicu penolakan dan perlawanan dari Serikat Pekerja PT. Pertamina.
Hasil RUPS Pertamina pada 12 Juni 2020, berdasarkan Salinan Keputusan Menteri BUMN No.SK-198/MBU/06/2020, tentang Pemberhentian, Perubahan Nomenklatur Jabatan, Pengalihan Tugas dan Pengangkatan Anggota Anggota Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Pertamina, ditetapkan struktur organisasi direksi yang semula 11 orang menjadi 6 orang.
Direktorat Operasional yang sebelumnya ada di Pertamina akan masuk ke dalam beberapa Subholding yang telah di bentuk, yaitu Subholding Upstream, Subholding Refinery & Petrochemical, Subholding Commercial & Trading, Subholding Power & New and Reneawable Energy, Subholding Gas serta Shipping Company yang tertuang di dalam SK No.Kpts-18/C00000/2020-S0 Tanggal 12 Juni 2020 tentang Struktur Organisasi Dasar PT Pertamina. [yul]




