Ilustrasi
TRANSINDONESIA.CO – Defisit transaksi berjalan atau Current Account Defisit (CAD) masih menjadi persoalan yang belum terpecahkan.
Salah satu penyebab CAD adalah lebih tingginya angka impor dibanding ekspor sehingga neraca perdagangan menjadi tidak seimbang.
Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Tax Center, Ajib Hamdani mengatakan, untuk menutupi defisit CAD pemerintah tidak bisa hanya mengandalkan ekspor barang dan jasa saja. Sebab, untuk menambal defisit tersebut pemerintah juga perlu mendorong investasi masuk ke dalam negeri.
“Untuk menutup CAD dari selisih impor ekspor salah satu cara menutup cepat dengan menarik investasi. Dengan masuk (investasi) itu menutup CAD secara instan,” kata dia saat ditemui di Jakarta, Kamis (4/4/2019).
Ajib mengungkapkan, ada tiga hal yang mesti dilakukan pemerintah dalam menarik investasi. Ketiga hal tersebut yakni dengan deregulasi, debirokratisasi, dan reformasi struktural yang harus ditingkatkan disetiap instansi pemerintahan.
Dengan demikian, melalui tiga hal itu diyakini investor dapat masuk dengan kemudahan-kemudahan yang diberikan pemerintah. “Tiga hal itu yang menjadi poin utama bagaimana investasi bisa masuk ke Indonesia,” ujar dia.
Defisit transaksi berjalan atau Current Account Defisit (CAD) mencapai USD 31 miliar atau setara dengan 2,98 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada 2018.
Salah satu penyebab utama dari bengkaknya defisit transaksi berjalan adalah impor yang tumbuh subur mencapai USD 29,2 miliar, tidak sebanding dengan pertumbuhan ekspor yang hanya USD 17,64 miliar.[Liputan6]
