Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama kader Dasawisma PKK usai penandatanganan Integrasi Data Keluarga Satu Pintu dan sinkronisasi pelayanan kesejahteraan keluarga, Jumat 29 Maret 2019.[FB]
TRANSINDONESIA.CO – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menandatangani Integrasi Data Keluarga Satu Pintu dan sinkronisasi pelayanan kesejahteraan keluarga, Jumat 29 Maret 2019. Anies menyebut Integrasi Data Keluarga Satu Pintu yang pertama kali dilaksanakan di Indonesia.
“Siapa yang paling dekat menjangkau masyarakat? adalah ibu-ibu yang ada di lingkungannya yakni kader Dasawisma PKK. Kami sampaikan apresiasi atas kerja keras ibu-ibu dalam proses pendataan Integrasi Data Keluarga Satu Pintu yang pertama kali dilaksanakan di Indonesia,” kata Anies.
Menurut Anies, Integrasi Data Keluarga Satu Pintu dan sinkronisasi pelayanan kesejahteraan keluarga ini melibatkan seluruh kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) se-Jakarta.
Sebanyak 7.902 kader dasawisma PKK telah berperan untuk mendata, menggerakkan, menyampaikan Informasi kebijakan pemerintah. Kader dasawisma juga mendata individu, keluarga dan hunian yang nantinya terangkum dalam bank data Jakarta Satu. Data ini dapat menjadi rujukan Pemprov DKI Jakarta dalam mengambil kebijakan, sehingga masalah teridentifikasi dan mengambil kebijakan secara tepat.
“Saya minta teman-teman di SKPD memanfaatkan data dari para Kader Dasawisma ini secara optimal. Perlakukan mereka seperti partner dalam bekerja karena berkat mereka Pemprov DKI akan bisa mengukur perubahan kondisi keluarga Jakarta secara tepat,” ucap Anies.[NIK]
