Kebakaran Pasar Senen, Kamis 19 Januari 2017.[IST]
TRANSINDONESIA.CO – Sejak 1974, Pasar Senen sudah delapan kali terbakar. Terbakarnya Pasar Senen di awal 2017 ini tak hanya menambah duka para pedagang pasar, tapi juga menambah panjang daftar pasar tradisional Indonesia yang terbakar.
Ketua umum DPP Ikatan Pedagang Pasar Tradisional (IKAPPI), Abdullah Mansuri, menjelaskan musibah kebakaran Pasar Senen ini merupakan musibah besar yang menyita perhatian publik. DPP IKAPPI menyatakan musibah ini sebagai duka Nasional Pasar Tradisional di Indonesia. Karenanya kebakaran Pasar senen harus ditangani secara serius.
Menurut data yang dihimpun oleh DPP IKAPPI sejak 1974, Pasar Senen Jakarta Pusat sudah mengalami delapan kali kebakaran. Kebakaran besar di wilayah yang sama di Pasar Senen pernah terjadi pada 25 dan 26 April 2014 di Blok III yang menghanguskan kurang lebih 3.000 kios.
![Kebakaran Pasar Senen, Kamis 19 Januari 2017.[IST]](https://transindonesia.co/wp-content/uploads/2017/01/Pasar-Senen.jpg)
“Kami pastikan bahwa kerugian yang timbul tidak kecil dan masih bisa bertambah sampai api benar-benar padam,” ungkap Abdullah.
Karena itu, menurut Abdullah harus ada langkah cepat dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta agar nasib para pedagang di Pasar Senen Jakarta Pusat tidak semakin terpuruk.
Terkait indikasi kebakaran, DPP IKAPPI masih menggali informasi dan data lebih mendalam. Saat ini Tim Investigasi DPP IKAPPI sedang mengumpulkan data serta informasi dari saksi mata. DPP IKAPPI bersama pedagang juga turun langsung ke Pasar Senen guna ikut memadamkan api.
Kebakaran Pasar Senen Jakarta Pusat, kian menambah daftar panjang pasar tradisional di Indonesia yang terbakar. Hal ini, kata Abdullah, seperti alaram peringatan bagi semua untuk terus meningkatkan kewaspadaan potensi terjadinya kebakaran terutama di pasar-pasar besar di seluruh Indonesia.
“Duka mendalam kami sampaikan kepada seluruh pedagang Pasar Senen Jakarta Pusat yang menjadi korban kebakaran. Kami juga menerima ungkapan duka dari berbagai pedagang pasar yang ada di seluruh Indonesia,” ujar Abdullah.[ROL/MET]




