Seorang ibu naik ke meja nekad memprotes lambannya penangan pengungsi erupsi Gunung Sinabung dengan membuka pakaiannya dihadapan pejabat di Kantor Bupati Karo, Selasa (19/7/2016).[Don]
TRANSINDONESIA.CO – Dinilai lamban menangni relokasi mandiri pengungsi erupsi Gunung Sinabung, Karo, Sumatera Utara, ibu-ibu protes “telanjang dada” di kantor Bupati Karo.
Aksi protes “telanjang” kaum ibu-ibu yang berasal dari Desa Gurukinayan, Berastepu, Gamber, dan Kuta Tonggal yang akan dilakukan relokasi hunian tetap dihadapan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) saat menandatangani surat perjanjian penerima bencana (SPBB) di kantor aula Bupati Karo pada Selasa (19/7/2016).
Kehadiran warga menuntut PPK agar segera dilaksanakannya penandatanganan SPPB untuk Bank agar pembayaran uang pemukiman segera dapat dicairkan.
![Seorang ibu naik ke meja nekad memprotes lambannya penangan pengungsi erupsi Gunung Sinabung dengan membuka pakaiannya dihadapan pejabat di Kantor Bupati Karo, Selasa (19/7/2016).[Don]](https://transindonesia.co/wp-content/uploads/2016/07/aksi-telanjang-pengungsi.jpg)
Dinilai kurang respon, warga mulai memanas sampai akhirnya seorang ibu berdidi diatas meja dan membuka bajunya hingga telanjang.
“Kami sudah tidak percaya lagi dengan BPBD Karo karena sangat lama tidak juga bisa menyelesaikan persoalan yang kami hadapi selama dpengungsian,” kata salah seorang warga pengungsi yang hadir di kantor bupati tersebut.
![Seorang ibu naik ke meja nekad memprotes lambannya penangan pengungsi erupsi Gunung Sinabung dengan membuka pakaiannya dihadapan pejabat di Kantor Bupati Karo, Selasa (19/7/2016).[Don]](https://transindonesia.co/wp-content/uploads/2016/07/aksi-telanjang.jpg)
“Kami masih melakukan verifikasi dan nantinya akan dilakukan pencairan,” katanya.
Sementara, tampak Kepala BPBD Karo, Matius Sembiring, yang mencoba mencoba menenangkan ibu-ibu untuk tidak bertindak nekad meneruskan aksi telanjang itu berupaya mencegahnya.[Don]







