Prestasi Komjen Pol Tito Karnavian yang mengagumkan Presiden dan para petinggi dna elite politik di tanaha air.[Dok]
TRANSINDONESIA.CO – Nama Komjen Pol Tito Karnavian belakangan ini menyodok di papan atas calon Kapolri pengganti Jenderal Pol Badrodin Haiti, tampaknya menjadi kekhawatiran tersendiri bagi para senior perwira tinggi di Polri.
Tak pelak lagi, hilangnya nama Komjen Pol Budi Gunawan (Wakapolri) dan Komjen Pol Budi Waseso (Kepala BNN) dari bursa pengganti Badrodin, kini Komjen Pol Tito Karnavian seperti di tekan tidak naik menyodok para seniornya.
Halnya siaran pers Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane, secara benderang meminta mantan Kapolda Metro Jaya itu tidak ikutan dalam bursa Kapolri.
![Prestasi Komjen Pol Tito Karnavian yang mengagumkan Presiden dan para petinggi dna elite politik di tanaha air.[Dok]](https://transindonesia.co/wp-content/uploads/2016/06/tito-karnavian-bnpt.jpg)
Neta menilai, masih banyak senior yang jauh di atas Tito, sehingga mantan Kapolda Metro Jaya itu perlu lebih dulu mendukung perwira yang senior untuk menjadi Kapolri. “Tito terlalu junior dan masih banyak senior diatasnya,” kata Neta.
Sehingga tidak baik bagi organisasi Polri, kalau ada pihak tertentu yang mendorong Tito untuk menjadi calon atau bahkan menjadi Kapolri. Kalau pun Tito menjadi Kapolri dipastikan dia tidak akan nyaman memimpin para seniornya. Kalaupun Tito akan menjadi Kapolri, mungkin bisa saja di masa mendatang, mengingat masa pensiunnya masih lama, yakni 2022.
Presiden Jokowi diharapkan memilih calon Kapolri dari kader terbaik, yang punya integritas, dedikasi, pengalaman, prestasi, kepemimpinan, dan jaringan yang bisa diterima masyarakat luas, baik di internal maupun eksternal.
Dalam memilih calon Kapolri, Presiden diharapkan tidak mendengarkan suara-suara orang yang tidak jelas, yang tidak paham terhadap visi dan misi Polri ke depan. Patokan yang perlu diperhatikan Presiden adalah Pasal 11 ayat 6 UU No 2 Tahun 2002 tentang Polri, yang menegaskan bahwa calon Kapolri adalah Perwira Tinggi Polri yang masih aktif, dengan memperhatikan jenjang kepangkatan dan karir.
Ke depan Polri membutuhkan figur Kapolri yang bisa membangun membangun soliditas organisasi secara utuh, mampu membawa Polri makin profesional dan modern, mampu membuat Polri cepat merespon laporan masyarakat, mampu menjaga keamanan, mampu menumpas kejahatan kelas teri maupun kakap, dan mampu menumpas para penjahat yang berseragam polisi di internal kepolisian.
“Dengan demikian Kapolri pasca Jenderal Haiti, bisa diharapkan berjalan maksimal dan bisa makin profesional dalam melayani masyarakat,” katanya.[Sof]







